Wagub Sulsel Pimpin Pertemuan TKPKD–JICA, Dorong Sinergi Lintas Pemerintahan untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, memimpin rapat bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Provinsi Sulsel dengan dukungan Japan International Cooperation Agency (JICA) di Rumah Jabatan Wakil Gubernur, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, Kamis (21/8/2025).
Pertemuan ini membahas langkah strategis dalam memperkuat program penanggulangan kemiskinan di Sulsel. Salah satu poin utama adalah pentingnya sinergi lintas level pemerintahan mulai dari desa, kabupaten, hingga provinsi agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Tenaga Ahli JICA, Shintani Naoyuki, menekankan perlunya verifikasi data rumah tangga miskin secara akurat.
“Kebijakan yang baik harus didukung data yang akurat. Dengan verifikasi yang kuat, tindakan di tingkat desa, kabupaten, dan provinsi akan lebih efektif,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar program pemberdayaan masyarakat miskin dirancang di tingkat desa dengan memanfaatkan dana desa, sementara kabupaten dan provinsi memberikan dukungan tambahan sesuai kewenangan.
“Bantuan harus lebih konkret, bukan sekadar uang tunai, tetapi diarahkan ke sektor yang mampu mengangkat ekonomi keluarga miskin,” tambah Shintani.
Wagub Sulsel menyambut baik masukan tersebut dan menegaskan komitmen Pemprov Sulsel untuk memperkuat kerja sama dengan JICA.
“Pengentasan kemiskinan tidak bisa berjalan sendiri. Butuh data yang akurat, koordinasi yang baik, dan sinergi lintas sektor agar program benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegas Fatmawati.
Ia juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi (Monev) pada setiap program.
“Kita ingin setiap rupiah anggaran penanggulangan kemiskinan benar-benar dirasakan manfaatnya. Monitoring dan evaluasi menjadi instrumen penting agar masyarakat betul-betul keluar dari jerat kemiskinan,” jelasnya.
Sejak awal 2000-an, JICA telah menempatkan tenaga ahli di Sulsel untuk mendampingi pembangunan di 24 kabupaten/kota.
Dukungan JICA mencakup penguatan ketahanan ekonomi, pengembangan wilayah, peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur konektivitas, hingga adaptasi terhadap bencana dan perubahan iklim.
Hingga 2025, angka kemiskinan di Sulsel masih tercatat 8,6% atau sekitar 780 ribu jiwa, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada pada angka 8,1%. Konsentrasi terbesar ada di wilayah pedesaan, sehingga strategi terintegrasi menjadi kunci menekan angka kemiskinan.
Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman bahwa keberhasilan pengentasan kemiskinan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi nyata antarlevel pemerintahan dan mitra pembangunan internasional.
“Harapan kita, kerja sama ini menghasilkan perubahan nyata di lapangan, bukan sekadar rencana di atas kertas. Dengan sinergi desa, kabupaten, provinsi, dan mitra internasional seperti JICA, kita optimistis Sulsel bisa menurunkan angka kemiskinan lebih cepat,” pungkas Wagub Fatmawati. (*)
- Penulis: zonakatacom
