Sekda Tana Toraja : Mutasi Eks Bendahara RSUD Lakipadada Karena Tak Sesuai Spesifikasi
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Sabtu, 3 Feb 2024
- print Cetak

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tana Toraja dr. Rudhy Andi Lolo. (foto: zonakata.com)
ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Sekretaris Daerah (Sekda) Tana Toraja, dr Rudhy Andi Lolo menegaskan tak ada unsur politik dalam mutasi eks Bendahara RSUD Lakipadada, Natalia Pamarruan ke Puskesmas Malimbong Balepe’.
Rudhy menuturkan, mutasi ini murni untuk pemerataan tenaga kesehatan di seluruh faskes yang ada di Tana Toraja.
“Ini murni kebutuhan untuk penanganan, dan pemerataan tenaga kesehatan di faskes kita. Di sana (Puskesmas) kita lihat baru dua jenis tenaga di dalam, bidan dan perawat dari minimal 9 ketenangan yang wajib di Puskesmas, ” kata Rudhy saat ditemui di Rumah Jabatan Bupati Tana Toraja, Jumat (2/1/2024).
Rudhy menjelaskan, kedudukan Natalia sebagai Bendahara RSUD Lakipadada juga tidak sesuai dengan spesifikasinya yakni ahli gizi.
Apalagi kata dia, sudah sejak lama Natalia mengundurkan diri sebagai Bendahara di RSUD Lakipadada.
“Laporan LHP Inspektorat, kita ini (Tana Toraja) urutan pertama distribusi penempatan tenaga kesehatan tidak sesuai spesifikasi, inilah yang kita tindaklanjuti, kan ibu ini orang gizi tapi menjadi bendahara. Tidak sesuai spesifikasinya,” ungkapnya.
“Jadi prosedurnya begini, katanya ibu ini (Natalia) sudah mengundurkan diri, tapi karena tetap tidak ada orang gantikan makanya di dorong kembali oleh dr Farma, Direktur RSUD Lakipadada. Nah, bersamaan dengan proses SKnya untuk ditempatkan di Puskesmas datang juga itu SK bendaharanya,” sambungnya.
Rudhy menambahkan saat ini di Puskesmas Malimbong Balepe masih minim tenaga kesehatan.
Pihaknya kata dia, pun sedang berupaya untuk melengkapi tenaga kesehatan untuk selanjutnya di usulkan atau diregistrasi ke Kementerian Kesehatan untuk menjadi Puskesmas tetap.
Diberitakan sebelumya, mantan Bendahara RSUD Lakipadada, Natalia Pamarruan dimutasi ke puskesmas di daerah pelosok.
Natalia mengaku mutasi ini imbas tidak mendukung istri Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung yakni Yariana Somalinggi yang maju sebagai caleg DPRD Sulawesi Selatan.
“Iya, mutasi saya ke Puskesmas Kecamatan Malimbong Balepe. Mutasi itu tiba-tiba, pekan lalu,” kata Natalia.
Natalia mengatakan sebelum dirinya dimutasi, staf RSUD Lakipadada diminta mengisi blanko pernyataan dukungan untuk Yariana Somalinggi sebagai caleg DPRD Sulsel. Saat itu, Natalia mengaku tidak menyetor kembali blangko tersebut.
“Memang sebelumnya ada blanko diberikan, jadi semua staf itu diharuskan mengisi dan mendata keluarganya untuk mendukung caleg itu. Nah, saya saat itu tidak setor blankonya beberapa hari setelah itu saya langsung dimutasi,” katanya.
“Saya keberatan juga karena saya tidak tahu alasan saya dimutasi ke pelosok,” tambahnya.
Di sisi lain, dia mengaku sudah lama ingin mengundurkan diri sebagai bendahara RSUD Lakipadada. Namun dia tidak menyangka akan dimutasi hingga ke pelosok.
“Saya memang sudah lama mau mundur sebagai bendahara. Tapi saya betul-betul tidak sangka kalau dimutasi ke pelosok begini,” ucapnya.
Tom
- Penulis: zonakatacom
