Ritual Adat Tarik Batu di Toraja Utara Ricuh, Seorang Pria Ditikam Pisau
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Seorang pria di Toraja Utara ditikam saat prosesi adat mangriu’ batu (tarik batu) di Dusun Linda, Lembang (Desa) Buntu La’bo, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara.
Peristiwa berdarah ini terjadi pada Rabu (17/1/2024). Korban bernama Gusti yang ditikam oleh Musa di bagian pinggang. Akibatnya korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Benar, kejadiannya kemarin. Pelaku penikaman sudah kita amankan, sedangkan korban sudah dirawat di rumah sakit, ” papar Kapolsek Sanggalangi, Iptu Faisal Hamsir, Kamis (18/1/2024).

Faisal menjelaskan, kejadian ini bermula saat Rambu Solo di Tongkonan Borong yang melaksanakan kegiatan Mangriu’ Batu yang akan di tarik ke sebuah lokasi bernama Rante.
Namun dalam kegiatan tersebut rumpun Tongkonan Alla atas nama keluarga Kanna Datu keberatan jika Batu tersebut di masukkan ke dalam lokasi Rante.
Rumpun keluarga Kanna Datu mengklaim bahwa lokasi Rante sebagai hak milik pihaknya. Sehingga saat batu ditarik ke Rante, rumpun keluarga Kanna Datu menghalangi sehingga terjadi keributan bahkan perkelahian.
Keributan terjadi antara pihak keluarga Tongkonan Borong dan keluarga Kanna Datu.
“Saat keributan terjadi, salah satu pihak keluarga Kanna Datu bernama Musa mengeluarkan pisau dan menikam Gusti pada bagian pinggang sebelah kanan,” ungkap Faisal.
Faisal mengatakan, saat terjadi penikaman personil Polsek Sanggalangi langsung bertindak mengamankan pelaku penikaman yakni Gusti.
Sedangkan korban penikaman segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Dalam kejadian tersebut juga terdapat beberapa korban dari kedua pihak yang juga mengalami pemukulan, dan untuk mengantisipasi kejadian ini berkembang, kami melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak dan dan memberi kejelasan untuk mempercayakan proses penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian, ” jelas Faisal.
“Kami serta pemerintah setempat juga melakukan pendekatan kepada kedua pihak, bahwa agar prosesi adat Mangriu’ Batu yang akan didirikan tidak masuk dalam Lokasi Rante yang menjadi obyek permasalahan. Kemudian dengan kesepakatan kedua belah pihak maka Batu Simbuang tersebut di dirikan dipinggir jalan atau tidak masuk dalam lokasi Rante, ” pungkasnya.
Tom
- Penulis: zonakatacom
