AIHSP, Save The Children dan SCF Gelar Vaksinasi Covid-19 Inklusif Di Enrekang
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Selasa, 21 Feb 2023
- print Cetak

ZONAKATA.COM – ENREKANG Untuk mendukung upaya pemerintah dalam memaksimalkan capaian vaksin COVID-19 bagi kelompok rentan, Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) melalui Save the Children Indonesia dan Sulawesi Community Foundation (SCF) mengimplementasikan program percepatan vaksinasi bagi kelompok rentan di lima kabupaten di Sulawesi Selatan, yakni di Gowa, Maros, Bone, Pinrang, dan Enrekang.
Selain untuk memastikan kelompok rentan dapat terlindungi dari COVID-19 melalui vaksin, program ini juga bertujuan untuk memberikan akses kesehatan yang inklusif.
Vaksinasi inklusif memastikan tersedianya fasilitas yang mendukung berbagai kebutuhan masyarakat termasuk mereka yang menyandang disabilitas serta yang mengalami kesulitan mengakses sarana, prasarana, dan informasi tentang layanan terkait.
Hal ini dilakukan melalui kerja kolaboratif dengan organisasi masyarakat sipil, organisasi berbasis komunitas, organisasi penyandang disabilitas, dan aktor lokal lain yang menjadi mitra program kami.
AIHSP melalui Save the Children dan SCF akan melaksanakan Vaksinasi COVID-19 Inklusif untuk meningkatkan sistem ketahanan kesehatan dan mewujudkan masyarakat yang sehat, termasuk mencegah potensi risiko penularan COVID-19 dan varian turunannya.
Kegiatan ini akan digelar di Desa Benteng Alla Utara, Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Selasa, 21 Februari 2023.
Kegiatan ini sengaja digelar di Desa Benteng Alla’ Utara, mengingat meskipun pemerintah mulai memberikan vaksinasi pada tahun 2022, cakupan vaksinasi di Desa Benteng Alla Utara masih tinggi.
Namun seiring berjalannya waktu, menurut Waluddin Tandi Gau, Kepala Desa Benteng Alla Utara, bermunculan kabar palsu yang menyebar layaknya virus di seluruh penjuru. Gelombang kabar palsu inilah yang diyakini sebagai penyumbang utama penolakan vaksin di desa, di samping layanan vaksinasi yang belum dapat diakses dengan mudah oleh sebagian warga desa.
“Rumor dan hoaks mengenai vaksin COVID-19 menyebar cepat dari ruang privat hingga melalui grup Whatsapp”. Ujar Waluddin Tandi Gau’, Kepala Desa Benteng Alla’ Utara.
Akibatnya, kepercayaan terhadap vaksin menurun dan penerima vaksin dosis kedua lebih sedikit dari dosis pertama, apalagi dosis ketiga. Menurut data yang dilansir oleh Puskesmas Baroko yang menaungi wilayah Desa Benteng Alla Utara, dari sasaran 2.114 orang, cakupan vaksinasi dosis pertama mencapai 73,19%, dosis kedua menurun jadi 50,65%, dan dosis ketiga 30%.
Bekerja sama dengan pemerintah desa dan Puskesmas Baroko, AIHSP melalui Save the Children dan SCF berusaha melakukan edukasi dan persuasi kepada masyarakat yang tinggal di Desa Benteng Alla Utara untuk meluruskan kesalahan informasi, agar bersedia divaksin.
” Selain mendekatkan layanan vaksinasi dengan membuat sentra vaksinasi di desa, kami juga akan melakukan kunjungan rumah untuk menjangkau lansia dan disabilitas yang memiliki hambatan mobilitas. Dua sisi pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah setempat meningkatkan cakupan vaksinasi, terutama bagi masyarakat di Desa Benteng Alla yang tergolong cukup rentan ini”. Jelas Agung Wahyudi Provincial Coordinator AIHSP Sulawesi Selatan.
Lanjut Agung, sejak diimplementasikan pada Agustus 2022 lalu, AIHSP melalui Save the Children Indonesia dan SCF sudah melakukan 1.463 Vaksinasi COVID-19 Inklusif di 270 desa di Sulawesi Selatan pada 23.423 orang, termasuk 3.054 lansia, 485 penyandang disabilitas, 6.678 anggota keluarga pra-sejahtera, 1.272 masyarakat yang tinggal jauh dari layanan kesehatan, serta kelompok rentan lainnya.
” Selain mendekatkan layanan vaksinasi dengan membuat sentra vaksinasi di desa, kami juga bekerja sama dengan Puskesmas melakukan kunjungan rumah untuk memvaksin kelompok-kelompok rentan yang memiliki hambatan mobilitas seperti lansia dan disabilitas”. Lanjut Agung Wahyudi.
- Penulis: zonakatacom
