Masata dan Pemda Gelar Rapat Demi Suksesnya Gelaran Hari Tari Dunia 2022 di Toraja Utara
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Segala persiapan telah dilakukan oleh panitia perayaan Hari Tari Dunia (HTD) 2022 ‘Toraya Ma’Gellu’ di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Peringatan Hari Tari Dunia pada tahun 2022 ini baru pertama kali dilaksanakan di Toraja Utara, yang dipersembahkan oleh Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Toraja Utara dan diorganisir oleh PT. Tana Matari Allo.

Kegiatan akan berlangsung mulai tanggal 26 sampai 29 April 2022 mendatang, yang diawali Workshop, musik iringan tari dan sarasehan di Aula UKI Toraja, Aula Kodim 1414 Tana Toraja dan Museum Pongtiku di Art Centre Rantepao.
Sementara pusat perayaan pembukaan dan penampilan tari-tarian dari para maestro tari Indonesia, dan tarian lokal Toraja termasuk tari Pa’gellu tua dan masih banyak lagi yang lainnya.
Demi terlaksana suksesnya acara, pihak Masata Toraja Utara melaksanakan rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Toraja Utara yang diikuti Wakil Bupati, Frederik Victor Palimbong, ST di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (19/4).
Wabup Dedi Palimbong intruksikan kepada OPD terkait yang terlibat agar menyukseskan kegiatan pelaksanaan event Hari Tari Dunia 2022 ‘Toraya Ma’Gellu’ yang baru pertama kali diadakan di Toraja Utara.
“Bagi semua OPD yang dilibatkan agar bekerja dan bangun koordinasi baik dengan panitia, kalian orang-orang yang akan memperkenalkan tari dan budaya Toraja karena kalian peduli daerah,” ujarnya.
Dedi juga meminta agar keterlibatan pengamanan dari TNI-Polri terpenting demi suksesnya kegiatan yang dihadiri maestro-maestro tari se Indonesia baik dari daerah yang ada di wilayah Sulselbar dan nusantara.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Toraja Utara, Matius Sampelalong mendapat perintah dari Wakil Bupati menyampaikan akan siap membantu terlaksananya kegiatan peringatan Hari Tari Dunia (HTD) tahun 2022 ini.
“Apalagi lokasi kegiatan di objek wisata Buntu Pune yang boleh dikata kurang aktif dan masih banyak belum mengetahui, sehingga kegiatan tari ini dapat membantu memperkenalkan destinasi wisata kita di Toraja,” tuturnya.
Sementara itu Ketua Masata Toraja Utara, Damayanti Batti menjelaskan kegiatan inti dari event HTD 2022 adalah para peserta akan menari selama 24 jam yang dipandu enam maestro tari dari Surakarta, Bandung, Jakarta, Papua, Makassar dan Toraja.
Selain itu performance dari guru balet dan penari kontemporer yakni Althea Sri Bestari asal Jakarta, dan penari profesional Tari Topeng Losari Cirebon yakni Nuranani M. Irman dan Fitriani Rahmawati asal Cirebon, Jawa Barat.
Adapula Workshop tari bagi pelajar dan guru-guru di Toraja sebagai tambahan wawasan pada bidang tari khususnya tari Pa’gellu dan musik iringan tari.
Selain itu workshop dan sarasehan tentang proses kreatif dalam penciptaan tari oleh Prof. Sardono Waluyo Kusumo, dan seni membentuk karakter oleh Dr. Halilintar Latief.
“Tamu-tamu dari daerah yang akan tampil datang dengan biaya sendiri, panitia hanya menyiapkan tempat tinggal, para maestro hadir ke Toraja benar-benar ingin menampikan tarian tradisional yang dimiliki Indonesia, juga hadir berbagi ilmu,” ucapnya.
Damayanti Batti berharap adanya kolaborasi dan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk menyukseskan kegiatan HTD 2022 sebagai bagian dari mempromosikan budaya dimiliki Toraja, termasuk tari-tariannya.
Ia juga berterima kasih kepada seluruh sponsor yang telah membantu mulai dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kementrian Pendidikan, Kebudayan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Wonderful Indonesia, Pemkab Toraja Utara, Visit Toraja, Pariwisata Sulsel, perbankan, BPJS, Tori Cafe dan Consina serta para media patner. (*)
Ris/ZK
- Penulis: zonakatacom
