Kisah Ega, Perjuangan Raih Gelar Apoteker dan Wisuda Online Disamping Peti Sang Ayah
- account_circle Gibran
- calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Kisah sedih dan haru datang dari seorang gadis asal Lembang Mai’ting Kecamatan Rindingallo, Toraja Utara bernama Ega Destiani Palulun.
Pasalnya, mahasiswi Universitas Hasanuddin Makassar itu menjalani wisuda online disamping jenazah sang Ayah, Alm. Drs. Enos Seno yang meninggal dunia beberapa saat lalu di Jayapura setelah mengalami kritis.
Saat itu Selasa (15/2) lalu tepat di Tongkonan To’ Nangka, Toโ Nannaโ bertepatan pula jadwal penguburan Ayah Ega setelah menjalani prosesi ibadah dari pihak keluarga.

Ega yang saat itu akan mengikuti proses pemakaman, mengikuti terlebih dulu wisuda online di dampingi Ibunya disamping jenazah sang Ayah.
Setelah satu tahun menjalani pendidikan pada Program Studi Profesi Apoteker Universitas Hasanuddin Makassar, Ega wisuda online meraih gelar Apoteker.
Sepupu Ega bernama Bepi Jayanti, menceritakan bahwa sebelumnya saat Ega juga akan wisuda sarjana Farmasi di STIFA Makassar pada bulan Maret tahun 2020, Ayahnya tidak sempat hadir karena aturan PPKM yang berlaku saat pandemi Covid-19.
โKasian Ega, waktu wisuda S1 Farmasi itu bapaknya juga tidak bisa hadir karena terhalang pandemi, tepat setelah ujian akhir di Unhas Bapaknya meninggal, dan bersamaan pula saat penguburan Ega dikabarkan akan mengikuti wisuda online,โ ujar Bepi kepada media.
Lanjut Bepi menjelaskan selama Ega menyelesaikan studinya, saat itu juga Ayahnya berjuang melawan penyakitnya.
Sejak duduk di bangku kuliah semester tiga hingga lulus kuliah di STIFA Makassar, Ega aktif sebagai asisten dosen dan berhasil menyelesaikan studi S1 Farmasi selama 3,5 tahun.
Saat ayahnya kritis di rumah sakit di Jayapura, Ega mempersiapkan diri ujian dan tiga hari setelah itu akan berencana berangkat ke Jayapura menjenguk sang Ayah.

Namun, takdir berkata lain, Ega dan adiknya harus menerima kenyataan sang Ayah telah meninggal dunia setelah menghembuskan nafas terakhirnya, saat itu mereka sementara cek in di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Pada 11 Februari 2022, jenazah Ayahnya diberangkatkan dari Jayapura ke Kota Makassar, kemudian dilanjutkan perjalanan ke Toraja.
Ega dan keluarga setelah menjemput jenazah Ayah di Bandara Hasanuddin Makassar sempat istirahat bersama rombongan di Pondok Haleluya dekat dari bandara dikarenakan Ega harus mengikuti Yudisium secara virtual/online.
Ris/ZK
- Penulis: Gibran
