Pilkada 2024, VDB dan JRM Bersaing di Golkar, Zadrak: Nanti Kita Lihat
- account_circle Gibran
- calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Jelang 2024, suhu politik di Kabupaten Tana Toraja mulai memanas. Beberapa partai terlihat sudah bergerak siapkan amunisi untuk pertarungan di pesta demokrasi itu.
Seperti yang dilakukan partai Gerindra, langsung merekrut dan mengangkat Wakil Bupati Tana Toraja, dr Zadrak Tombeng sebagai ketua DPC Gerindra Tana Toraja. Dengan maksud tujuan, memenangkan Gerindra di Bumi Lakipadada di 2024.
dr Zadrak saat ini memang memiliki kans untuk maju dalam pencalonan Bupati Tana Toraja 2024 nanti. Mengingat di Pilkada serentak 2020 kemarin, pasangan Theofilus Allorerung dan Zadrak Tombeg berhasil menumbangkan petahana Nicodemus Biringkanae dan Victor Datuan Batara dengan 57.057 suara.
“Nanti kita lihat partner,” ucap dr Zadrak diselingi tawa.
Tak hanya dr Zadrak yang diisukan untuk maju sebagai calon Kepala Daerah Tana Toraja, beberapa tokoh politik juga sudah mengutarakan ingin ikut dalam perebutan kursi Bupati.
Diantaranya, John Rende Mangontan saat ini menjabat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi, dan Ketua DPD II Golkar Tana Toraja, Victor Datuan Batara. Keduanya merupakan kader Golkar.
John Rende Mangontan atau akrab disapa JRM dikenal memiliki basis besar di Tana Toraja dan Toraja Utara. Itu dibuktikan saat dirinya berhasil mengamankan satu kursi di DPRD Provinsi Sulsel, dengan 13 ribu lebih suara.
“Ada keinginan. Tapi itu tergantung masyarakat Tana Toraja dan keluarga besar, jadi Bupati atau di DPR RI,” katanya melalui seluler, Kamis (3/2).
JRM juga mengungkapkan, Pilkada di 2024 nanti akan menjadi pertarungan elegan antar tokoh di Tana Toraja. Sehingga, dirinya berkeinginan besar untuk maju dalam perhelatan itu.
“Uji nyali saja kan, biar seru,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Tana Toraja, Victor Datuan Batara juga menegaskan dirinya akan maju sebagai calon Bupati Tana Toraja di 2024. Bahkan, pihaknya kata dia sudah mulai bergerak konsolidasi hingga ke tingkat desa.
“Untuk apa saya mati-matian rebut kursi ketua Golkar Tana Toraja kalau tidak ada tujuan ke pemilihan Bupati,” tegas mantan Wakil Bupati Tana Toraja ini.
Victor juga mengungkapkan, kejadian pilkada serentak di 2020 kemarin tak akan terulang. Dimana dirinya harus mengakui kekalahan dari pasangan Theofilus Allorerung dan Zadrak Tombeg.
“Kemarin itu karena ada kader Golkar yang membelot. Kita berharap kader tidak membelot lagi. Harus ada sanksi tegas dari DPD I dan DPP,” tandas Victor.
Rmd/ZK
- Penulis: Gibran
