Theo-Zadrak Minta Pendukungnya Tak Terprovokasi Pasca Insiden di Posko Induk
- account_circle Gibran
- calendar_month Senin, 19 Okt 2020
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Cabup dan Cawabup Theofilus Allorerung dan Zadrak Tombeg berharap para pendukungnya hingga ke pelosok tak terprovokasi soal insiden di Posko Induk Makale, Minggu (18/10) malam.
Theo meminta seluruh tim tetap bersatu dan fokus bekerja serta tak terpengaruh dengan insiden tersebut.
“Tetap tenang dan terus bekerja. Kita jaga situasi tetap kondusif jangan sampai terprovokasi,” imbau Theo, Senin (19/10).
Hal senada juga disampaikan oleh Cawabup Zadrak Tombeg. Dia menjelaskan insiden tersebut sudah ditangani oleh pihak yang berwajib.
“Kepada seluruh pendukung dan tim TheZa di manapun berada harap kita tenang semua, tetap bersatu jaga kekompakan. Kasus ini telah ditangani kepolisian,” katanya.
Sementara itu, salah satu tim hukum Theo-Zadrak, Yohanis Kundang menjelaskan kronologis insiden terjadi sekira pukul 19.00 Wita.
Pelaku diketahui berinisial DL (35 tahun) warga Gandasil, berdomisili di Kelurahan Pantan, Makale. Ia datang ke posko induk, Jalan Nusantara dalam kondisi mabuk usai minum di beberapa tempat. Sebelum kejadian pelaku sempat terlibat percakapan dengan beberapa orang di posko, dan tiba-tiba terlihat emosi.
“Awalnya datang cerita cerita, ya namanya dalam kondisi mabuk tiba-tiba mengamuk dan langsung berlari menuju motornya ambil parang,” tutur Yohanis Kundang saat konfrensi pers di posko induk.
Saat akan menghunus parang dari sarungnya seorang pendukung TheZa bernama Dendi berupaya menahan dengan merampas parang pelaku.
“Tapi pelaku begitu kuat dan berhasil menghunus parangnya. Tangan Dendi luka gores kena parang dengan 2 jahitan. Jadi ini tak ada hubungannya dengan paslon Theo-Sadrak. Baik korban dan pelaku bukan tim,” ungkapnya.
Beruntung aksi tersebut bisa berhasil diredam setelah sejumlah aparat kepolisian yang berjaga di Pos Lantas tak jauh dari posko datang dan langsung mengamankan pelaku.
Hingga kini pelaku masih diamankan di Mapolres Tana Toraja guna menjalani pemeriksaan lanjut.
“Ini murni kasus kriminal, kami harap tak menjadi bola liar lagi, karena sudah ditangani oleh penyidik,” pungkas Yohanis.**
rls-atj
- Penulis: Gibran
