fbpx
24 C
Makassar
Kamis, 28 Oktober 2021

2 Nakes Asal Toraja Korban Kekejaman KKB, Ketua IKT Papua Minta Komnas HAM Bicara

Populer

- Advertisement -Dinas Pertanian Kabupaten Tana Toraja - Salvius Pasang

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Lagi, kekejaman dan tindakan brutal dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.

Sembilan Tenaga kesehatan (Nakes) menjadi korban kekejaman KKB, tiga diantaranya berasal dari tanah Toraja.

Kekejaman dilakukan KKB di pelosok Kiwirok mengakibatkan satu Nakes berdarah Toraja Utara meninggal dunia yakni Gabriella Meilani (22) setelah mendapat aksi keji dari sekelompok KKB pada Senin (13/9) lalu, juga membakar fasilitas masyarakat seperti Kantor Kas Bank Papua, pasar, asrama, Puskesmas dan SD Inpres Kiwirok.

- ADS -

Saat evakuasi sembilan korban, petugas menemukan Gabriela Meilani sudah tidak bernyawa di bawah jurang sedalam 300 meter bersama Nakes lainnya, Kristina Sampe Tonapa dalam kondisi kritis dan sudah di evakuasi ke Rumah Sakit TNI AD Marthen Indey di Jayapura.

Selain membunuh satu Nakes, KKB juga menyiksa Nakes lainnya menggunakan parang dan panah kemudian di dorong ke dalam jurang, Nakes yang berhasil menyelamatkan diri sudah dievakuasi dan mendapat perawatan medis di Jayapura.

Turut bersedih dengan kejadian yang menimpa para Nakes di Kiwirok, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua, Edie Rante Tasak sebagai ketua kerukunan Toraja mengutuk keras pembunuhan sadis dan biadab para teroris KKB kepada pekerja kemanusiaan.

“Saya sampaikan belasungkawa yang dalam atas gugurnya pahlawan kemanusiaan, Gabriela Meilani putri asal Bodepa (Bori, Deri, Parinding) Toraja Utara ini,” ucap Edie saat dihubungi melalui pesan Whatsaap, Sabtu (18/9).

Edie Rante Tasak disapa Eranta itu meminta kepada Komnas HAM agar dapat bersuara, jangan hanya bersembunyi atas kejadian ini dimana para perantau dibunuh atau dibantai layaknya binatang.

“Kalau penduduk Papua yang mati, Komnas HAM cepat bereaksi, kita tahu Komnas HAM itu Independen sehingga harus berlaku adil dan netral, jangan memihak,” ungkapnya.

Eranta menjelaskan dalam suasana perang sekalipun, Nakes tidak boleh dilukai apalagi di bunuh tapi di Papua justru sasaran KKB yaitu para Nakes dan tenaga Guru.

Sehubungan dengan kejadian dilakukan KKB di Papua, Eranta tak henti-hentinya terus mengimbau masyarakat Toraja tinggal di Papua agar selalu waspada dan mawas diri serta jangan percaya diri tapi harus berhikmat dan peka membaca situasi yang berkembang.

“Saya katakan penduduk sipil tidak terlibat politik, Silahkan kalau merdeka itu urusan negara NKRI, jangan jadikan masyarakat tak berdosa menjadi tumbal perjuangan,” kata Eranta.

Dari kejadian brutal dilakukan KKB, ada empat Nakes yang terluka serius, tiga luka dan berhasil menyelamatkan diri, satu meninggal dunia dan satu lagi belum ditemukan petugas.

Berdasarkan informasi diterima Eranta dari Komandan Korem PWY Jayapura, diketahui jenazah Gabriella Meilani hingga Jumat (18/9) kemarin belum dapat dievakuasi dari Kiwirok karena Helikopter digunakan evakuasi para Nakes ditembak sekelompok KKB dan masih dalam proses perbaikan dan masih meminta bantuan Helikopter dari Timika.

Selain itu kondisi cuaca di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang juga sangat gelap dan hujan di malam hari.

Sekedar informasi, pada April 2021 lalu juga dua warga asal Toraja berprofesi sebagai guru honorer yakni Alm. Oktovianus Rayo dan Yonathan Renden juga menjadi korban pembunuhan setelah ditembak para KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Ris/ZK

- Advertisement -
- Contoh Iklan -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

- Advertisement -

Tingkatkan Militansi, PDI Perjuangan Tana Toraja Gelar Pendidikan Kader

ZONAKATACOM - TANA TORAJA Sejumlah partai politik mulai memanaskan mesin partainya menatap pemilu 2024 . Salah satunya adalah PDI...

Berita Lain

- Advertisement -