Wagub Sulsel Tegaskan Penurunan Stunting Tanggung Jawab Bersama
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting bukan semata-mata urusan teknis kesehatan, melainkan tanggung jawab kolektif lintas sektor dan semua tingkatan pemerintahan.
Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Penurunan Stunting di Hotel Novotel Makassar, Sabtu (26/7/2025), yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting Provinsi Sulsel Tahun 2025.
Menurut Fatmawati, penanganan stunting adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi emas Indonesia. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus bekerja dengan satu visi dan menghindari ego sektoral maupun kepentingan elektoral.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan Posyandu sebagai garda terdepan layanan masyarakat dan perlunya validasi data yang akurat agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati juga mengapresiasi capaian Provinsi Sulawesi Selatan yang berhasil menurunkan angka stunting lebih dari empat persen. Capaian itu menempatkan Sulsel di peringkat ketiga nasional bersama Sumatera Selatan, di bawah Papua Tengah dan Jawa Barat.
Ia menyebut keberhasilan ini harus diperkuat dengan langkah-langkah konkret dan kolaboratif, termasuk melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), yang melibatkan aparatur sipil negara sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yang berisiko stunting.
Fatmawati menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya dengan regulasi atau program formal. Komitmen moral dan keterlibatan langsung dari semua pihak, terutama para ASN, dinilai sangat penting untuk menciptakan dampak nyata di masyarakat.
Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Muhammad Saleh, menyebut Rakerda ini sebagai momentum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan pusat dan daerah dalam mendukung lima program Quick Win dari BKKBN.
Ia menekankan pentingnya efektivitas pelaksanaan program serta pemanfaatan data secara optimal, mengingat tahun 2025 merupakan awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).
Dalam acara tersebut hadir pula Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, yang memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah strategis Sulsel yang dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Ia menekankan bahwa penurunan stunting membutuhkan kerja kolaboratif dari berbagai pihak, mulai dari dinas teknis hingga tokoh masyarakat.
Rakerda ini diikuti oleh 176 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel, termasuk kepala Bappeda, OPD KB, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.
Mereka menyusun rencana aksi tahun 2025 berdasarkan evaluasi program sebelumnya, dengan target menurunkan prevalensi stunting di bawah 20 persen dan memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045.*
- Penulis: zonakatacom
