Wagub Sulsel dan OJK Perkuat Sinergi Perluasan Akses Keuangan Daerah
- account_circle Gibran
- calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menerima audiensi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch. Muchlasin, beserta jajaran, di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (10/6/2025).
Audiensi ini membahas penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulsel dan OJK dalam pelaksanaan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), yang menjadi salah satu strategi utama untuk mendorong inklusi dan literasi keuangan, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil.
“TPAKD merupakan strategi penting dalam membuka akses keuangan yang inklusif dan berkeadilan. Kami ingin memastikan masyarakat di desa pun memiliki akses terhadap layanan keuangan seperti pinjaman produktif, tabungan digital, dan proteksi asuransi,” ujar Fatmawati Rusdi.
Wakil Gubernur menegaskan komitmen Pemprov Sulsel dalam memperluas jangkauan layanan keuangan melalui penguatan infrastruktur, edukasi masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor.
“Kami terus mendorong percepatan inklusi keuangan, terutama bagi pelaku UMKM, petani, dan masyarakat kecil. Kerja sama dengan OJK sangat penting agar program ini benar-benar menjangkau akar rumput,” tambahnya.
Program TPAKD Sulsel sendiri dinilai cukup progresif dan menjadi rujukan nasional, khususnya dalam pengembangan model inklusi keuangan berbasis lokal.
Dengan potensi besar di sektor pertanian dan UMKM, Sulsel mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital, termasuk pinjaman kelompok dan asuransi mikro.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menjelaskan bahwa TPAKD merupakan forum koordinasi lintas instansi di daerah untuk mempercepat akses keuangan.
“Dengan semangat SIKOKO (Sinergitas, Komitmen, dan Konsistensi) kami mendorong inovasi keuangan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari pengembangan ekonomi pertanian hingga transaksi digital di pelosok,” jelas Muchlasin.
Ia juga menyoroti pencapaian TPAKD Award 2025 sebagai bukti nyata komitmen Sulsel dalam memperluas akses keuangan yang inklusif dan berdampak langsung.
Dalam kesempatan itu, OJK turut memaparkan kinerja sektor jasa keuangan Sulsel per Maret 2025. Total aset perbankan tercatat Rp204,99 triliun, tumbuh 5,91% (yoy).
Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp137,34 triliun atau tumbuh 6,55%, sementara penyaluran kredit sebesar Rp165,78 triliun, naik 3,76%.
Secara rinci, kredit produktif tercatat Rp83,39 triliun dan kredit konsumtif Rp76,89 triliun. Di sektor pasar modal, jumlah investor mencapai 409.932, naik 19,15% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai transaksi saham tercatat Rp6,09 triliun.
Dengan pertumbuhan ini, Sulsel dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas akses keuangan baik secara digital maupun konvensional.
Pemprov dan OJK berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi demi pertumbuhan sektor keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.
Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Budi Susetiyo; Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen, Amiruddin Muhidu; serta Analis Divisi, Indra Natsir Dahlan.*
- Penulis: Gibran
