Tsamara Politisi Muda PSI, Siap Kembali di Pemilu 2024
- account_circle Gibran
- calendar_month Kamis, 23 Mei 2019
- print Cetak

Tsamara Amany Alatas (int)
ZONAKATA.COM Meraih suara yang cukup banyak di dapil II DKI Jakarta, tak membuat Tsamara Amany Alatas, politikus PSI ini lolos ke Senayan. Tsamara meraih 140.057 suara dan hanya kalah suara dari politikus kawakan dari PKS Hidayat Nur Wahid yang merengkuh 281.372 suara.
Hal ini disebabkan karena PSI tak lolos Parliamentary Threshold (PT) empat persen. Di Pemilu 2019 ini Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hanya meraih 1,89 persen suara, jauh dari ambang batas 4 persen.
Meski mengaku sedih tidak bisa menjadi wakil dari ratusan ribu pemilihnya, namun di balik kesedihan itu, dia merasa bangga telah dipercaya.
Bagi Tsamara suara yang diraihnya merupakan bukti bahwa dalam politik, anak muda bisa mendapatkan tempat. Sekaligus mematahkan stigma bahwa nyaleg harus memakai money politics.
Dikatakan bahwa dengan berjuang, menawarkan ide, gagasan dan program, serta turun langsung ke masyarakat, akan membuat kita mendapat kepercayaan publik.
Kepada konstituennya Tsamara mengucapkan terima kasih sekaligus meminta maaf atas kegagalannya ke Senayan, namun Tsamara tetap berjanji akan menjaga suara pemilihnya meski dia tidak masuk DPR.

Tsamara Amany yang merupakan lulusan S1 bidang Ilmu Komunikasi di Universitas Paramadina, pada pilpres lalu bertugas sebagai juru bicara pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, Joko Widodo – KH. Maruf Amin
Politikus yang baru berusia 22 tahun ini, sempat dirayu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar dengan menawarkan posisi wakil ketua umum PKB kepada Tsamara namun ditolaknya.
Tsamara mengaku, ingin melanjutkan sekolah S2 dulu, kemudian berbenah bersama PSI dan kembali untuk Pemilu 2024 yang akan datang. **
diolah dari berbagai sumber
- Penulis: Gibran
