Tolak Tambang, Ratusan Mahasiswa Demo DPRD Tana Toraja
- account_circle Gibran
- calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Toraja Tolak Tambang menggelar unjuk rasa di gedung DPRD Tana Toraja, Selasa (9/2).
Seperti namanya, mereka menyuarakan menolak adanya aktifitas tambang disejumlah wilayah yang ada di Toraja.
“Kami menolak keras adanya aktifitas tambang di Toraja,” ujar Jendral Lapangan, Anto.
Ia mengatakan, Toraja dikenal dengan keunikan budaya dan adat istiadatnya. Termasuk alamnya yang masih hijau serta lestari karena dicintai dan dijaga secara turun temurun oleh masyarakat.

Selain itu, sebagai icon parawisata, Toraja juga dikenal sebagai daerah agraris yang dilihat dari sebagian masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian dan perkebunan.
Bahkan pariwisata, pertanian dan perkebunan menjadi sektor ril pendapatan asli daerah (PAD).
“Namun harapan masyarakat menjadi isapan jempol belaka jika pemerintah justru membuka ruang terhadap investor tambang untuk mengeksploitasi sumber daya alam dan menerbitkan izin usaha pertambangan (IUP),” katanya.
Maka dari itu, Anto mendesak dan meminta Pemkab Tana Toraja untuk mencabut IUP PT Cristina Explo Mining. Cabut IUP PT Tator Internasional Indutrial, hentikan eksploitasi panas bumi Balla dan meratorium izin tambang di Tana Toraja.
Juga, sahkan peraturan daerah (perda) tentang pengakuan hukum adat dan hentikan segala eksploitasi sumber daya alam di Toraja.
“Sahkan perda pengakuan hukum adat, apalagi Toraja memiliki history dan akar adat budaya yang jelas,” pungkasnya.
Sementara, Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara yang hadir di Kantor DPRD merespon baik aspirasi mahasiswa.
Ia mengatakan, khusus panas bumi di Balla, masih dalam tahap penyelidikan. Adapun pihak yang terlibat dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Jadi bukan investor, tapi dari Kementrian. Mereka mencari informasi dan data terkait apa dampaknya. Jika kita bilang ada aktifitas tambang, itu masih jauh dan butuh proses yang lama,” ungkap Victor.
Sedangkan terkait pengesahan perda pengakuan wilayah hukum adat di Toraja, Victor sangat setuju. Bahkan ia mengatakan, agar DPRD segera menindaklanjuti hal tersebut.
Sebagai informasi, demo ratusan mahasiswa berjalan dengan aman dan kondusif. Aksi demo digelar dengan tetap mempedomani Protokol Kesehatan (prokes) Covid-19.
(Tom/ZK)
- Penulis: Gibran
