fbpx

Tak Terawat, Objek Wisata Salib Toraja Utara Jadi Perhatian Serius Panitia Perayaan 110 Tahun Injil Masuk Toraja

Populer

spot_img

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA, Kawasan Objek Wisata Religi Salib Buntu Singki sebagai icon Toraja Utara menjadi salah satu prioritas kegiatan sosial pada Perayaan 110 tahun Injil Masuk Toraja (IMT) pada bulan Maret 2023 mendatang.

Hal itu disampaikan Panitia Perayaan 110 tahun IMT saat konferensi pers di lantai satu kantor Badan Pekerja Sinade (BPS) Gereja Toraja Tongkonan Sangulele, Jalan Pongtiku, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Jumat (30/12).

Tak Terawat, Objek Wisata Salib Toraja Utara Jadi Perhatian Serius Panitia Perayaan 110 Tahun Injil Masuk Toraja

Kegiatan sosial lainnya akan digelar yaitu peningkatan pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi kreatif, peduli kaum difabel, aksi sosial membersihkan Objek Wisata Religi Salib Buntu Singki dan museum Van De Loosdrecht di Bori Kecamatan Sesean serta bantuan bedah atau renovasi rumah sebanyak 110 rumah di lingkup BPS Gereja Toraja wilayah satu yakni Kota Palopo, wilayah dua Rantepao dan wilayah tiga Makale.

Perayaan 110 tahun IMT rencananya akan berlangsung mulai tanggal 9 sampai 18 Maret 2023 mendatang yang diawali ibadah raya, pentahbisan, atraksi budaya dan masih banyak lainnya.

Salah satu menarik dari kegiatan tersebut yaitu adanya aksi sosial BPS Gereja Toraja dan para jemaat melibatkan warga sekitar Obwis Religi Salib Buntu Singki untuk bersama-sama membenahi kerusakan objek yang disebut sejak lalu sebagai icon daerah.

Ketua Panitia Harian, Pdt. Syukur Matasak menyampaikan atas keprihatinan masyarakat Toraja terhadap wisata religi yang mana diatas objek tersebut, wisatawan dapat menikmati pemandangan indah kota Rantepao.

“Singki sudah berdiri sebagai simbol yang bermakna, keberadaannya saat ini tidak tertangani dengan baik dan sangat terlihat jelas dari Rantepao,” ucapnya.

Lanjut Pdt. Syukur menjelaskan pada perayaan 110 tahun IMT bulan Maret nanti maka pembenahan Obwis Religi Salib Buntu Singki sebagai icon bagi umat Kristen.

“Wisata rohani kita gaungkan kembali dan menjadi destinasi wisata yang kembali ramai, maka harapan kita sinergi BPS Gereja Toraja, pemerintah daerah dan masyarakat untuk merawat icon Toraja Utara ini,” tambah Ketua Panitia Perayaan 110 tahun IMT, Djekson Mari.

Diketahui hasil dari Sidang Sinode Am (SSA) XXV Gereja Toraja bahwa momentum akbar sejarah masuknya Injil di Toraja perlu dirayakan setiap satu dekade (10 tahun) agar bagaimana mengrefleksikan karunia Tuhan bagi daerah Toraja.

Sementara perayaan 100 tahun IMT digelar pada tahun 2013 lalu, Kecamatan Makale di Tana Toraja sebagai wilayah pertama pentahbisan dan perayaan dipusatkan di halaman Tongkonan Sangulele. (*)

Ris/ZK

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tak Ingin Jadi Penonton, Hanura Bakal Dorong Kader Terbaiknya di Pilkada Enrekang

ZONAKATA.COM - ENREKANG  Jelang perhelatan Pilkada serentak pada 27 November 2024, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Enrekang, tidak...

Berita Lain