Stafsus Presiden dan Pendiri Lumbung Toraja di Prancis Apresiasi Kopi Mamasa, Dorong UMKM Tembus Pasar Global
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAMASA Staf Khusus Presiden RI Bidang Pertanian, Y. Joko Setiyanto, bersama Ketua Bidang Luar Negeri Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), Dewi Sartika Pasande, mengunjungi pelaku UMKM kopi lokal di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Jumat (25/4/2025).
Dalam kunjungan tersebut, keduanya memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas dan cita rasa kopi Mamasa.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda PMTI dalam mendorong pemberdayaan ekonomi lokal, diplomasi budaya, serta pelaksanaan program CSR dan bakti sosial di wilayah Mamasa.
Joko Setiyanto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Asparindo (Asosiasi Pasar Rakyat Indonesia), menyampaikan kekagumannya terhadap kopi Mamasa, khususnya produk UMKM Pokiringan di Desa Osango.
“Kopi Pokiringan memiliki karakter unik yang sangat potensial untuk bersaing di pasar nasional maupun global. Kami akan mendorong digitalisasi dan perluasan jaringan pemasaran untuk produk UMKM seperti ini,” ujar Joko.
Sebagai tokoh nasional yang terlibat dalam modernisasi pasar tradisional dan penguatan kerja sama internasional, Joko menekankan pentingnya inovasi berbasis kearifan lokal.
Ia menyebut produk unggulan seperti kopi Mamasa harus terhubung dengan pasar yang lebih luas melalui platform digital maupun jejaring internasional.
Sementara itu, Dewi Sartika Pasande yang juga inisiator pembangunan Lumbung Toraja di Prancis menyoroti peran strategis kopi sebagai bagian dari diplomasi budaya. Menurutnya, kekayaan budaya lokal bisa dikenalkan ke dunia melalui komoditas unggulan seperti kopi.
“Kopi bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga media untuk mengenalkan kekayaan budaya Sulawesi Barat ke dunia. Saya akan mendorong masuknya kopi Mamasa ke jaringan bisnis internasional, termasuk di Prancis,” ujar Dewi, yang juga menjabat Direktur Utama PT Jas Mulia dan dikenal aktif mempromosikan budaya Toraja di Eropa.
Dewi Sartika yang merupakan Direktur Utama PT Jas Mulia serta lulusan Rice University, Amerika Serikat ini, juga memberikan apresiasi terhadap regenerasi penenun muda di Mamasa.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian produk tenun lokal, dan mengusulkan kolaborasi antara UMKM kopi dan tenun sebagai daya tarik wisata budaya yang berkelanjutan.
“Sinergi antara UMKM kopi dan tenun bisa menjadi kekuatan besar dalam membangun ekosistem wisata berbasis budaya yang berkelanjutan,” tambahnya.*
- Penulis: zonakatacom
