fbpx

Solidaritas Kepala Desa dan Mahasiswa Sulsel Gelar Aksi Tuntut Pj Gubernur Dicopot

Tolak Penggunaan Dana Desa 40 Persen untuk Budidaya Pisang.

Populer

spot_img

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Surat Edaran Pejabat (Pj) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin kepada seluruh kepala daerah soal pengalokasian 40 persen anggaran dana desa untuk budidaya pisang dalam program pemanfaatan lahan tidur sekitar 2 juta hektar dengan target 500 ribu hektar di seluruh desa di Sulsel, terus memicu gelombang protes dan penolakan dari berbagai kalangan.

Penolakan keras bukan hanya  datang dari para kepala desa  beserta perangkat desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) Sulsel, tetapi juga datang dari para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aktivis Mahasiswa Indonesia.

Gelombang protes dan penolakan ini kemudian makin membesar setelah berbagai elemen pemerintahan desa dan mahasiswa bergabung membentuk wadah Solidaritas Kepala Desa dan Mahasiswa dan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (13/10) siang.

Ratusan pengunjuk rasa yang terdiri dari kepala desa dan mahasiwa ini membawa beberapa poin tuntutan: pertama, mendesak Kemendagri RI untuk mencopot Pj Gubernur Sulsel karena telah membuat kegaduhan dengan menghadirkan program yang tidak diawali oleh kajian dan riset akademis.

Kedua, menolak program Pemprov Sulsel dalam pengembangan budidaya pisang menggunakan dana desa 40 persen.

Ketiga, menolak program Pemprov Sulsel dalam pengadaan rumpon untuk nelayan dengan menggunakan dana desa 40 persen. Menolak surat edaran Pj Gubernur Sulsel nomor 421.2/1158/DPMD tentang prioritas penggunaan dana desa 2024.

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) Reynand Pratama, aksi ini adalah aksi penolakan keras para kepala desa se Sulsel dan para mahasiswa.

“Ini karena Pemprov Sulsel sepertinya tidak mengindahkan berbagai aspirasi dan protes yang telah kami lakukan sebelumnya. Bahkan sama sekali tidak membuka dialog untuk mencari solusi yang baik”, tegas Reynand.

Karena itu, katannya, Solidaritas Kepala Desa dan Mahasiswa akan terus melakukan aksi unjuk rasa yang semakin besar dan makin massif.

“Kami bahkan akan semakin menuntut Kemendagri agar mengevaluasi dan mencopot Pj Gubernur Sulsel karena belum sebulan menjabat telah membuat kegaduhan besar di Sulsel”, pungkasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

IKA Unhas Sambut Kunjungan Pj Gubernur Prof Zudan Arif di Sulsel

ZONAKATA.COM - MAKASSAR Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin turut hadir menyambut kehadiran Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi...

Berita Lain