Selamatkan Generasi Muda Toraja Dari Narkoba, PMTI Gelar Dialog Bersama Pelajar
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) menggelar dialog bersama di Aula SMA Negeri 1 Rantepao, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (21/4/2026).
Dialog yang menghadirkan ratusan pelajar dari 14 sekolah SMA/SMK di Toraja Utara itu mengangkat tema ‘Generasi Toraja Tangguh: Lawan Narkoba, Bangun Masa Depan’.
Sejumlah narasumber hadir seperti Sekretaris Daerah (Sekda), Salvius Pasang mewakili Bupati Toraja Utara, Kepala BNNK Tana Toraja AKBP Ustim Pangarian, Kasi Pidum Kejari Tana Toraja, Muhammad Farid Nurdin, serta Kanit Narkoba Polres Toraja Utara.
Pengurus PMTI wilayah Toraja Utara, Brikken Linde Bonting menjelaskan dialog bersama pelajar merupakan bagian dari program PMTI peduli, sekaligus respon dari maraknya penyalahgunaan narkoba.
“Dialog ini merupakan komitmen bersama atas maraknya penyalahgunaan narkoba, serta menjaga masa depan generasi muda,” ucapnya.
Melalui kesempatan tersebut, PMTI memiliki harapan agar para pelajar di Toraja Utara dapat memahami bahaya narkoba serta menjadi bagian agen perubahan di lingkungannya.
“PMTI Peduli ingin menegaskan bahwa menjaga generasi muda bukan hanya tugas keluarga dan sekolah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” pungkas Brikken.
Keterlibatan unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan lembaga pemberantasan narkotika hadir memberikan informasi dan edukasi tentang pemahaman kepada pelajar tentang bahaya narkoba dari berbagai perspektif, baik kesehatan, hukum, maupun sosial.
Diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk menolak narkoba, memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan.
Sekda Salvius Pasang dalam arahannya mengatakan, pemerintah daerah mendukung upaya bersama dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di Toraja Utara.
“Terpenting bagi kita semua adalah jangan berbuat, karena sekali berbuat pasti akan ketagihan hingga terjerumus, dan menjadi pengedar,” ucapnya.
Menurutnya, banyak kasus narkoba di Toraja yang merugikan warga dan generasi muda, yang dimulai dengan coba-coba secara gratis dari para pecandu, dan kemudian berkembang dan ketergantungan.
“Kondisi ini sangat berbahaya, tidak hanya merusak kesehatan tapi merugikan generasi hingga menjadi persoalan hukum,” terang Salvius.
Sehingga, Ia berharap melalui dialog agar seluruh peserta turut serta hadir mengajak elemen masyarakat, khususnya generasi muda dalam memerangi narkoba.
Diakhir sambutannya, Salvius Pasang berpesan kepada sekolah-sekolah yang sempat hadir agar kedepannya membentuk Satgas Anti Narkoba di sekolah sebagai bagian dari pencegahan.
“Tak hanya di sekolah, pemerintah akan membentuk juga di kelurahan/lembang (desa) agar dapat memudahkan mendapat data di lapangan. Maka itu dibutuhkan kerjasama stakeholder untuk bersama-sama berantas narkoba di Toraja Utara, PMTI sebagai pioner bagi generasi muda,” pungkasnya.
Ris/ZK
- Penulis: zonakatacom
