Ratusan Lapak Pasar Sore Dibongkar, Pemkab Toraja Utara Diminta Hati-Hati Buat Program
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Sabtu, 27 Agt 2022
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA, Ratusan lapak-lapak di kawasan Pasar Sore, Kelurahan Penanian, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara akhirnya dibongkar, Sabtu (27/6) pagi.
Eksekusi pembongkaran berlangsung dengan lancar, tanpa adanya perlawanan dari masyarakat, bahkan pedagang turun membongkar sendiri lapak dan memindahkan barang jualannya.

Pembongkaran dilakukan ratusan anggota Satpol PP Pemkab Toraja Utara dibackup Polres Toraja Utara, Kodim 1414 Tana Toraja, bahkan hadirkan Satu Platon Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan.
Pantauan dilapangan hadir Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong dan Ketua DPRD Toraja Utara, Nober Rante Siama turut memantau jalannya pembongkaran.
Diketahui DPRD Toraja Utara telah melakukan mediasi antara Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Kesejahteraan Pedagang Sore dan pemerintah daerah terkait relokasi layak untuk berjualan.

Setelah menunggu dua bulan tempat relokasi yang layak dari pemerintah daerah, maka pembongkaran mulai dilakukan karena rencananya kawasan pasar sore dan kompleks Art Centre akan dibongkar untuk pembangunan alun-alun kota Rantepao.
Relokasi sementara puluhan pedagang pasar sore ditempatkan di sebuah tanah kosong samping pasar pagi, tepatnya di Jalan Abdul Gani yang disewa pemerintah selama satu tahun.
Kordinator Lapangan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Kesejahteraan Pedagang Sore, Yulius Dakka mengatakan aksi pembongkaran berjalan tertib, tidak ada sama sekali perlawanan masyarakat di sekitar pasar sore.

“Jadi saya tegaskan pasar sore dibongkar bukan dari pemerintah, tapi pedagang sendiri karena kesadaran diri dan sudah ada tempat relokasi yang difasilitasi pemerintah untuk sementara,” ujarnya.
Kata Yulius, selama ini banyak pihak berfikir bahwa pedagang sore tidak ingin pindah, padahal belum ada kesepakatan antara pemerintah dan DPRD yang disepakati pada awal Juli 2022 lalu.
“Pemerintah selalu beralasan tidak ada tempat, kami aliansi dan ketua DPRD mengamati di pasar pagi dan bolu dan memang tidak ada persiapan, jadi bukan kami tidak ingin pindah, pemerintah yang lambat,” tegas Yulius.
Lanjutnya berpesan kepada pemerintah agar tidak hanya beres setelah eksekusi lapak pasar sore, tapi juga dapat memperhatikan kedepan kenyamanan penjual pasar sore yang direlokasi ke tempat baru.
Termasuk pula memperhatikan pedagang pasar sore yang direlokasi dan tidak punya tempat tinggal, agar dapat dibantu melalui dinas sosial.
Yulius menyinggung soal pembangunan perpustakaan daerah yang sementara berjalan, katanya apakah sebuah perpusatakaan sangat dibutuhkan masyarakat daripada pasar.
“Saya tidak yakin, hampir semua orang sudah menggunakan gadget bukan buku, semoga kedepan pemerintah agar lebih berhati-hati membuat sebuah program, pasar lebih bermanfaat untuk masyarakat,” tutupnya. (*)
Ris/ZK
- Penulis: zonakatacom
