Proyek Jalan Multiyears Rp278,6 Miliar, Pemprov Sulsel Sasar 20 Ruas Strategis
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) resmi menayangkan pengumuman prakualifikasi tender Penanganan Preservasi Jalan Paket 6 pada 7 Januari 2026 melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) menggunakan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).
Paket pekerjaan konstruksi terintegrasi ini merupakan bagian dari Program Multi-Year Project (MYP) Pemprov Sulsel 2025–2027 yang dilaksanakan melalui skema Multi Years Contract (MYC). Kegiatan tersebut dibiayai dari APBD Tahun Anggaran 2026 dan 2027 dengan nilai pagu sebesar Rp278.632.760.143.
Preservasi Jalan Paket 6 mencakup 20 titik ruas jalan dengan total panjang 157,49 kilometer. Paket ini dirancang untuk menjaga dan meningkatkan tingkat kemantapan jaringan jalan provinsi pada sejumlah koridor strategis yang menghubungkan wilayah utara, tengah, selatan, hingga kawasan metropolitan Sulawesi Selatan.
Pelaksanaan pekerjaan menggunakan skema kontrak lumpsum dengan metode rancang bangun (design and build), yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan konstruksi fisik, serta pemeliharaan jalan.
“Preservasi Jalan Paket 6 merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menjaga kemantapan jalan provinsi secara merata di seluruh wilayah agar tetap berfungsi optimal, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” ujar Kepala Bidang Jalan Dinas BMBK Sulsel, Irawan, Rabu (7/1/2026).
Lokasi pekerjaan tersebar di berbagai kabupaten dan kota, meliputi Kabupaten Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Jeneponto, Bantaeng, Pinrang, Maros, serta Kota Palopo dan Kota Makassar. Ruas-ruas yang ditangani mencakup jalur penghubung wilayah pegunungan Toraja, kawasan pesisir selatan, hingga akses utama perkotaan dan kawasan penyangga metropolitan Mamminasata.
Di wilayah utara Sulawesi Selatan, pekerjaan meliputi sejumlah ruas strategis, antara lain batas Kabupaten Toraja Utara–Pantilang–Bua, Tedong Bonga–Buntao hingga batas Kabupaten Luwu, Pantilang–Bonglo sampai batas Kota Palopo, serta ruas penunjang di sekitar Rantepao, Pangala, dan Baruppu hingga perbatasan Provinsi Sulawesi Barat.
Penanganan juga mencakup akses menuju Bandara Pongtiku serta jalur penghubung strategis antara wilayah Toraja dan Luwu.
Sementara itu, di wilayah tengah dan selatan Sulawesi Selatan, preservasi jalan dilakukan pada ruas-ruas penghubung Jeneponto dan Bantaeng, termasuk koridor Boro–Loka serta Sinoa–Bantaeng.
Di kawasan metropolitan, pekerjaan mencakup ruas Parang Loe–Tamalanrea Raya hingga batas Kabupaten Maros, batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah, serta sejumlah ruas utama di pusat Kota Makassar, seperti Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Dr. Ratulangi.
Secara keseluruhan, lingkup kegiatan paket ini meliputi pekerjaan persiapan, penyusunan Detail Engineering Design (DED), pelaksanaan konstruksi fisik dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), serta pekerjaan pemeliharaan pascakonstruksi.
Dari sisi teknis, pekerjaan diarahkan pada rekonstruksi jalan, pekerjaan berkala, dan pemeliharaan rutin guna memastikan fungsi layanan jalan tetap optimal dalam jangka panjang.
Melalui paket preservasi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah, kelancaran distribusi barang dan jasa, serta penguatan aksesibilitas masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kemantapan infrastruktur jalan provinsi guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Sulawesi Selatan.**
- Penulis: zonakatacom
