13 Tenaga Medis dan 1 OTG Yang Positif Rapid Test, Hasil Swab-nya Dinyatakan Negatif
- account_circle Gibran
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2020
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Media Center Satgas Covid-19 Tana Toraja kembali mengumumkan hasil pemeriksaan Real time Polymerase Chain Reaction (PCR) Swab yang diterima RSUD Lakipadada dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (23/4).
Sebanyak 14 Sampel Swab yang diterima RSUD Lakipadada Kamis 23 April 2020 semuanya dinyatakan negatif atau tidak terinfeksi Covid-19 dimana sebelumnya 14 sampel tersebut merupakan hasil Rapid Test positif.
“14 sampel yang positif Rapid Test tersebut terdiri dari 13 Tenaga Kesehatan dan 1 sampel yang merupakan OTG yang diduga kuat telah melakukan kontak langsung dengan pasien Positif 02 asal Saluputti,” kata Direktur RSUD Lakipadada Tana Toraja, dr. Syafari Mangopo
14 orang yang sebelumnya dinyatakan positif Rapid Test telah dikarantina di RSUD Lakipadada namun dengan keluarnya hasil Swab dan dinyatakan negatif Covid-19 maka ke 14 orang ini telah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.
“14 Sampel Swab yang dinyatakan negatif covid-19 diantaranya 2 orang tenaga kesehatan dari PKM Rembon, 4 orang dari PKM Rantetayo, 1 orang dari PKM Rantealang, 3 orang dari PKM Bittuang, 2 orang dari PKM Ulusalu dan 1 orang tenaga kesehatan dari PKM Kurra serta satu orang lainnya adalah orang tanpa gejala (OTG),” ungkap dr. Syafari.
Dalam kesempatan itu dr Syafari kembali mengingatkan masyarakat agar meninggalkan stigma negatif terhadap pasien baik yang sudah positif Covid-19 apalagi yang baru berstatus positif Rapid Test.
“Orang yang dinyatakan positif Rapid Test belum tentu positif Covid-19, karena yang menentukan seseorang terinfeksi Covid-19 harus berdasarkan pemeriksaan Gold Standar WHO yaitu RT PCR melalui Swab,” jelasnya.
Dikatakan bahwa sampai saat ini rujukan pemeriksaan sampel PCR dari RSUD Lakipadada dikirim langsung ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar yang merupakan milik Kementerian Kesehatan RI.
Dijelaskan bahwa Rapid Test atau tes cepat dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk mengetahui adanya reaksi antibodi di tubuh peserta tes. Hasil positif pada rapid test menandakan bahwa ada reaksi tubuh terhadap masuknya infeksi virus.
Bila hasil Rapid Test positif diharap penderita tidak panik, demikian juga keluarga, tetangga dan masyarakat sekitarnya agar tidak panik karena antibodi yang terdeteksi pada rapid test tersebut bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain bukan virus yang menyebabkan Covid-19 atau SARS -Cov-2.
“Untuk memastikan pasien terinfeksi atau tidak dengan Covid-19, maka perlu dilakukan pengambilan sampel Swab untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan melalui RT PCR Test, dan selama menunggu hasil PCR maka orang tersebut harus menjalani isolasi mandiri”. pungkasnya.
📷 Media Center Satgas Covid-19 Tana Toraja.
- Penulis: Gibran
