PDI Perjuangan Tak Akan Usung Kalatiku Lagi di Pilkada 2020
- account_circle Gibran
- calendar_month Jumat, 24 Mei 2019
- print Cetak

Kalatiku Paembonan - Bupati Toraja Utara
ZONAKATA.COM – MAKASSAR DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan secara tegas tidak akan mengusung Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan, bersama 3 kepala daerah lainnya yakni Bupati Soppeng, Kaswadi Razak, Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana dan Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Adnan Purichta IYL-Abdul Rauf Mallagani.
Berdasarkan evaluasi partai, empat kepala daerah yang pernah diusung PDI Perjuangan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2015 lalu, tidak memberikan kontribusi untuk meningkatkan perolehan kursi PDI Perjuangan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel, Rudy Pieter Goni berdasarkan laporan dari ketua DPC PDI Perjuangan di daerah masing-masing.
“Bupati Toraja Utara itu, tidak membantu PDI Perjuangan pada pileg kemarin, padahal Kalatiku adalah kader dan PDIP menargetkan kursi pimpinan, namun justru yang terjadi kursi PDI Perjuangan turun dari 6 menjadi 4 kursi,” ujar Rudy, Kamis (23/5) seperti yang dilansir dari makassarterkinicom.
Diketahui pada pilkada Bupati Toraja Utara 2015 lalu, pasangan Kalatiku Paembonan – Yosia Rinto Kadang diusung Partai Gerindra dan PDI Perjuangan. Saat itu pasangan Kalatiku – Yosia mampu mengalahkan incumbent Frederick Batti Sorring – Frederik Buntang Rombelayuk yang diusung Partai Golkar, Nasdem, PKPI dan Partai Demokrat.
Seperti halnya Wakil Bupati Gowa, Abdul Rauf Mallagani (Karaeng Kio) merupakan kader partai waktu diusung pada pilkada 2015 lalu. Namun ketika Pileg, Karaeng Kio tidak membantu partai, sehingga kursi PDI Perjuangan di DPRD Gowa tinggal 2 kursi yang semula ada 4 kursi.
Lain halnya dengan Wakil Bupati Pangkep Syahban Sammana, meski kursi PDI Perjuangan mengalami peningkatan dari 2 menjadi 3 kursi, namun menurut laporan DPC, Syaban yang merupakan kader partai pada pileg lalu malah membantu partai lain.
Sementara Bupati Soppeng, Kaswadi Razak dianggap mengabaikan rekomendasi PDI Perjuangan yang mengusulkan nama Husain Djunaid sebagai calon wakil bupati Soppeng menggantikan Supriansa yang mundur karena maju di Pileg 2019.
“Dan kami tegaskan tidak lagi mengusung mereka di Pilkada 2020 mendatang,” tegas Rudy. **
- Penulis: Gibran
