Pilkada Tana Toraja 2020, Nivi Jilid 2 Belum Ada Lawan?
- account_circle Gibran
- calendar_month Sabtu, 18 Mei 2019
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Kabupaten Tana Toraja pada tahun 2020 mendatang, akan kembali menggelar hajatan pesta demokrasi, yaitu Pemilihan Kepala Daerah atau (Pilkada) yang akan serentak dilaksanakan 200 daerah di Indonesia dan 12 daerah di Sulsel.
Sejauh ini belum ada kandidat yang serius menantang petahana, semua baru sebatas wacana. Padahal tahapan pilkada sudah akan dimulai pada bulan september mendatang.
Walau belum ditetapkan namun sejumlah Partai Politik di Tana Toraja dapat mengusung calonnya sendiri seperti Partai Golkar yang pada pileg lalu meraih 7 kursi dan Partai Nasdem yang mendulang 6 kursi di DPRD.
Sementara parpol lainnya harus membangun koalisi untuk mengusung calonnya sendiri. Seperti PDI Perjuangan (5 kursi), Demokrat (4 kursi), Hanura (3 kursi), Gerindra (2 kursi), PKPI, Perindo dan Partai Berkarya masing masing 1 kursi.
Seperti persyaratan dalam UU Pilkada, yang menyebutkan Partai Politik atau gabungan Partai Politik dapat mengusung calonnya sendiri jika memperoleh minimal 20 persen kursi di DPRD atau 25 persen perolehan suara sah dalam pemilu. Jika di DPRD Tana Toraja ada 30 kursi maka minimal 6 kursi baru dapat mengusung calon.
Sejauh ini, petahana Nicodemus Biringkanae dan Victor Datuan Batara (Nivi Jilid 2) sepertinya masih sulit untuk ditumbangkan. Ada dua faktor yang menguatkan hal itu, pertama Nivi Jilid 2 sudah tidak akan pusing soal kendaraan (parpol) yang akan digunakan. Karena terkadang persoalan ini sangat menguras energi, baik dari segi pikiran maupun finansial.
Diketahui Victor adalah ketua DPD Partai Golkar Tana Toraja, sedangkan Nicodemus merupakan ketua dewan penasehat Partai Nasdem, terlebih lagi anaknya Sarwindye Tiranda Biringkanae adalah sekretaris Partai Nasdem Tana Toraja. Lewat kedua partai ini mereka sudah dapat maju pada pilkada yang akan datang.
Yang kedua, petahana saat ini telah memiliki infrastruktur sampai ditingkat Kelurahan Lembang. Baik infrastruktur partai, maupun infrastruktur pemerintahan yang memudahkan mereka untuk melakukan sosialisasi.
Keuntungan ini yang membuat mereka dapat diunggulkan dibandingkan dengan para kandidat yang akan maju pada pilkada Tana Toraja pada 2020 nanti, dimana kandidat lainnya baru akan mencari kendaraan (parpol) dan membentuk infrastruktur tim pemenangan (tim sukses).
Namun bukan berarti Nivi Jilid 2 tidak dapat dikalahkan. Ada sejumlah faktor yang dapat membuat masyarakat mengalihkan dukungan ke kandidat lain. Salah satunya faktor kepemimpinan Nivi selama menjabat. Apakah masyarakat puas terhadap pemerintahannya atau tidak.
Kemudian faktor lainnya yang lebih urgent jika mereka sudah tidak mau berpasangan lagi. Hal ini akan mengurangi kekuatan mereka dan membuat kandidat lainnya memiliki peluang yang sama untuk menang pada pilkada nanti.
Tapi kita tunggu penetapan KPU terlebih dahulu. Jika para calon legislatif yang terpilih sudah ditetapkan, maka genderang perang untuk pemilihan Bupati Tana Toraja baru akan dimulai.
Sejauh ini kandidat yang digadang gadang maju yakni mantan Bupati Tana Toraja periode 2010-2015 Theofilus Allorerung, dan owner RS Sinar Kasih dr. Zadrack Tombe. Kedua figur ini dianggap potensial dapat menumbangkan petahana.
catatan redaksi
- Penulis: Gibran
