fbpx

Perebutan Kursi DPRD Sulsel Dapil 10 Sengit, Pengamat : Petahana Terancam!

Populer

spot_img

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Perebutan kursi DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) di Dapil 10 diprediksi akan berlangsung seru.

Hal ini dikarenakan perebutan kursi legislatif wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara tersebut diramaikan dengan sejumlah isteri dan anak kepala daerah.

Di partai Golkar sebanyak 4 caleg yang memeliki ikatan kekerabatan dengan kepala daerah. Mereka akan memperebutkan kursi DPRD Sulsel di Dapil 10 yang meliputi Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.

4 caleg didorong partai Golkar tersebut diantaranya, Yariana Somalingi yang merupakan isteri dari Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung. Tidak mau kalah, Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang juga mendorong anaknya Fhireno Sakti Bassang bertarung memperebutkan kursi DPRD Provinsi Sulsel.

Kemudian, ada Nurliah Datuan Batara yang merupakan istri dari mantan Wakil Bupati Tana Toraja, serta Apt Tikurara Bumbungan istri dari anggota DPRD Sulsel John Rende Mangontan.

NasDem juga mendorong petahana Sarwindye T Biringkanae kembali maju di pileg 2024 nanti, Srwindye merupakan anak dari mantan Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae. Kemudian ada nama mantan Wakil Bupati Toraja Utara Yosia Rinto Kadang dan Ketua DPRD Toraja Utara Nober Rante Siama’.

Direktur Lembaga Riset Nuranu Strategic Nurmal Idrus mengatakan, fenomena banyaknya kerabat kepala daerah yang maju sebagai caleg merupakan strategi dari partai untuk mendapatkan kursi sebanyak-banyaknya di legislatif. Kata dia, kerabat kepada daerah tersebut mempunya jejaring politik besar.

“Secara elektoral itu strategis buat mereka para keluarga pejabat ini. Faktor terbesarnya adalah, mereka jelas punya basis massa yang bisa digarap dan jejaring politik keluarga mereka,” katanya, Jumat (10/11/2023).

Nurmal mengungkapkan, peluang kerabat para pejabat tersebut sangat besar di banding caleg yang baru. Bahkan menurutnya, situasi tersebut bisa saja mengancam petahana yang tidak memiliki jejaring dan dan pemetaan politik yang baik.

“Itu modal utama yang biasanya sulit dibangun oleh politisi baru. Mereka didukung oleh kekuatan finansial untuk menguatkan jaringan tadi. Makanya, ini menjadi ancaman bagi para petahana di sana karena peluang para keluarga pejabat ini jelas dan sangat besar apalagi dikelola dengan manajemen pemenangan yang baik,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, secara statis pergerakan kerabat kepala daerah itu akan menggunakan kekuatan birokrasi. Hal tersebut kata dia sulit dikalahkan figur lain.

“Selain itu, mereka yang paling mungkin menggerakkan kekuatan birokrasi karena suaminya atau bapaknya masih menjabat sebagai kepala daerah ketika Pemilu 2024 digelar. Kekuatan birokrasi ini kadang sulit dihadang figur lain, karena mereka bergerak atas dasar kepentingan posisi mereka di pemerintahan,” ucapnya.(Ri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

TSM Resmikan Posko Induk HSL Special Force’s

ZONAKATA, PAREPARE – Bakal Calon Wali Kota Parepare, Tasming Hamid (TSM) hadir dan meresmikan langsung Posko Induk HSL Special...

Berita Lain