fbpx
23 C
Makassar
Selasa, 15 Juni 2021

PDI Perjuangan: Kader Partai Bangga Disebut Kader Desa, Bangun Kemajuan Indonesia Raya dari Desa

Populer

- ADS -

ZONAKATA.COM – JAKARTA Dalam memperingati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan akan gelorakan kemajuan peradaban dari Desa. PDI Perjuangan sangat bangga dengan identitas yang melekat sebagai GrassRoots Party, Partai Wong Cilik dengan Kader Partai yang menyebut dirinya sebagai kader desa.

Untuk itu selama Bulan Bung Karno yang dimulai dari peringatan hari lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni, lahirnya Bung Karno pada tanggal 6 Juni, dan wafatnya Bung Karno pada tanggal 21 Juni, PDI Perjuangan akan memfokuskan diri dengan hadir di desa, membangun spirit kemajuan dari desa dan mengembangkan desa sebagai taman sari peradaban nusantara.

Menurut Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dengan hadir di desa, bergumul dengan persoalan rakyat sehari-hari, maka apa yang dilakukan oleh Partai merupakan antitesa dari politik elektoral yang seringkali hanya berbasiskan popularitas semata.

“Aspek elektoral sering dimanipulasi oleh pencitraan. PDI Perjuangan membangun elektoral dengan basis kebudayaan; dengan basis kekuatan riil di akar rumput dan dengan merasakan seluruh nafas keseharian rakyat guna menampilkan seluruh watak kekuasaan yang membumi,” kata Hasto melalui rilisnya, Senin (31/5).

Dengan turun menyatu dengan rakyat, maka bahasa yang dipakai oleh anggota dan kader Partai adalah bahasa rakyat, bahasa kejujuran guna menyuarakan problematika rakyat, mencari solusi atas persoalan tsb, namun tetap mengandung nafas kebudayaan masyarakat desa.

PDI Perjuangan, kata Hasto, terus mengeskpresikan seluruh ke-Indonesia-an kita: kebhinnekaan yang hidup di desa, semangat berdikari dari desa, budaya gotong royong penuh toleransi, hidup rukun dan kehidupan yang menjaga kelestarian alam raya dan seisinya dari desa.

“Kita diajarkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri tentang jati diri dan watak politik yang sebenarnya, yakni politik yang berbicara tentang keseharian rakyat, seperti politik yang memastikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau; politik tentang pentingnya kebersihan lingkungan hidup; politik menanam; politik yang membangun kesiapsiagaan rakyat terhadap bencana; politik yang membahas asupan gizi rakyat, politik kuliner, pariwisata, politik pendidikan, dan pendeknya watak politik yang menyentuh seluruh aspek kehidupan rakyat,” jelasnya.

Oleh karena itu seluruh ekspresi kebudayaan rakyat di desa, seperti budaya lesung, kuliner, seni, permainan anak dll akan ditampilkan selama Bulan Bung Karno.**

📷 istimewa

- Advertisement -
- Contoh Iklan -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

- Advertisement -

Pemilu Presiden dan Legislatif Digelar 28 Februari, Pilkada Serentak 27 November 2024, Belum Final?

ZONAKATA.COM - JAKARTA Komisi II DPR bersama pemerintah dan penyelenggara pemilihan umum telah menyepakati hari pemungutan suara Pemilihan Umum...

Berita Lain

- Advertisement -