Mentan Amran Ajak Kepala Daerah Wujudkan Swasembada Pangan
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAGELANG Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan swasembada pangan.
Hal ini disampaikan dalam sesi materi di Retreat Magelang Pembekalan Kepala Daerah 2025-2030 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Magelang, Selasa (25/2/2025).
“Tidak ada superman dalam pembangunan pertanian Indonesia. Keberhasilan ini hanya bisa diraih dengan kolaborasi antara gubernur, bupati, dan seluruh pihak terkait,” tegas Mentan Amran yang hadir didampingi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.
Mentan Amran mengingatkan bahwa tantangan perubahan iklim dan krisis pangan global harus menjadi perhatian serius.
“Saat ini, dunia menghadapi tantangan besar. Sebanyak 58 negara mengalami kekurangan pangan, diperparah dengan fenomena iklim seperti El Nino, La Nina, dan kekeringan ekstrem. Jika krisis pangan melanda, negara bisa bubar,” ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana Indonesia berhasil menghadapi dampak El Nino pada awal 2024, di mana defisit beras sempat mencapai empat juta ton.
“Berkat upaya bersama antara pemerintah pusat, daerah, serta dukungan TNI dan Polri, kita berhasil meningkatkan produksi melalui program pompanisasi masif,” jelasnya.
Mentan Amran mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan swasembada pangan dalam waktu singkat. Bahkan, setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Brasil, Presiden mempercepat target swasembada pangan dari tiga tahun menjadi hanya satu tahun.
“Dalam Sidang Kabinet, diumumkan bahwa Indonesia tidak akan lagi mengimpor pangan mulai 2025,” sebutnya.
Untuk mencapai target tersebut, Kementan telah melakukan berbagai langkah efisiensi, termasuk mengurangi biaya perjalanan dinas dan memindahkan rapat dari hotel ke tempat yang lebih hemat biaya.
“Kami harus efisien, efektif, dan produktif. Anggaran sudah tepat sasaran, dan kami pastikan setiap langkah yang diambil benar-benar mendukung percepatan swasembada pangan,” tegasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada Januari-Maret 2024 meningkat 52 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun, anomali terjadi ketika harga beras tetap tinggi meskipun stok melimpah.
“Dulu, harga tinggi karena stok beras tipis. Sekarang stok melimpah, tapi harga tetap tinggi. Artinya, ada yang bermain. Kita harus tegas demi rakyat Indonesia, terutama masyarakat kecil. Semua yang mempermainkan harga akan kita tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Mentan Amran.
Sesi pembekalan dari Mentan Amran ini merupakan bagian dari kegiatan Retreat Kepala Daerah yang bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Dengan interaksi dan diskusi yang intens, diharapkan para kepala daerah dapat menyelaraskan program kerja mereka dengan kebijakan nasional.
Tampak hadir dalam acara tersebut, seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Semarang Ngesti Nugraha, dan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.*
- Penulis: zonakatacom
