Mahasiswa KKN Unhas dan Warga Basokan Nanggala Inovasikan Kopi Jadi Dodol dan Briket dari Sekam Padi
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
- print Cetak

dok KKN Unhas
ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan inovasi kreatif di Lembang (Desa) Basokan, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, salah satu desa wisata yang berkembang di Sulawesi Selatan.
Melalui kolaborasi bersama warga, mahasiswa KKN mengembangkan dua program unggulan, pembuatan dodol berbahan dasar biji kopi dan produksi briket arang dari limbah sekam padi.
Inovasi ini ditujukan untuk meningkatkan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke desa wisata Basokan.
Koordinator KKN, Masali, menjelaskan bahwa pengolahan biji kopi menjadi dodol bertujuan menambah nilai jual dan memperluas variasi produk kuliner lokal.
“Melalui pelatihan intensif, warga kami dorong untuk mengolah kopi khas Basokan menjadi dodol kopi yang kami beri nama ‘Dolkbas’. Produk ini diharapkan menjadi unggulan desa wisata,” ungkap Masali, Selasa (5/8/2025).
Ia menambahkan, dodol kopi tidak hanya menambah daya tarik wisata kuliner, tetapi juga membuka peluang pemasaran digital bagi pelaku UMKM di desa.
“Inovasi ini menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada penjualan biji kopi mentah, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, tim KKN juga memperkenalkan teknologi sederhana untuk mengolah limbah sekam padi menjadi briket energi yang ramah lingkungan, yang diberi nama Brikaso.
Menurut Masali, teknologi ini memungkinkan pemanfaatan limbah pertanian yang selama ini tidak termanfaatkan dan sering dibakar secara terbuka, yang berdampak buruk bagi lingkungan.
“Satu karung sekam padi bisa diolah menjadi briket yang cukup untuk memasak selama tiga hari. Ini adalah solusi energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan bagi rumah tangga,” jelasnya.
Program dodol kopi dan briket sekam ini sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam hal pengembangan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan pemuda desa.
Kedua program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Lembang Basokan dan kelompok tani setempat, yang menjadi faktor kunci dalam keberlanjutan program pasca-KKN.
Risna
- Penulis: zonakatacom
