Kristian Lambe: Penanganan ‘Stunting’ di Tana Toraja Masih Buruk
- account_circle Gibran
- calendar_month Selasa, 20 Okt 2020
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Upaya Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dalam pelaksanaan penanganan stunting ternyata belum maksimal. Hal ini berdasarkan SK yang dikeluarkan oleh Gubernur Sulsel No.2342/X/Tahun 2020 Tanggal 16 Oktober 2020 Tentang Penetapan Hasil Penilaian Kinerja Kabupaten Lokus Pelaksanaan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020.
Dari hasil penilaian kinerja untuk Kategori Kabupaten Lokus Kinerja yang paling Inovatif, Inspiratif, dan Replikatif, berdasarkan Hasil Kartu Belanja Pengetahuan antar sesama Kabupaten Lokus Tahun 2020, maka Kabupaten Tana Toraja berada pada peringkat terakhir (peringkat VI) dengan skor 28.


Sekedar diketahui stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang berusia di bawah lima tahun. Kondisi tersebut disebabkan terjadinya kekurangan gizi kronis yang dialami oleh bayi. Akibatnya bayi tersebut mengalami terhambatnya perkembangan otak yang mengakibatkan tingkat kecerdasannya tidak maksimal. Termasuk kondisi tubuh anak penderita stunting lebih pendek dari standar usia normal.
Hal ini membuat Kristian HP Lambe dari Fraksi Partai Demokrat yang juga Ketua Bapemperda DPRD Tana Toraja kecewa terhadap kinerja Pemda Tana Toraja khususnya leading sektor Dinas Kesehatan dalam menanganan stunting di daerah ini. Menurutnya Pemda tidak berhasil mengurangi angka stunting.

Padahal pencegahan stunting kata Kristian, merupakan investasi yang penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) jangka panjang. Sehingga dalam penanganan stunting pemerintah harus terlibat aktif. Karena dalam pencegahan stunting terhadap anak diperlukan aksi integrasi intervensi.
“Akibat stunting berdampak pada rendahnya kecerdasan intelektual, menurunnya kemampuan fisik, dan lebih rentan terkena penyakit degeneratif seperti obesitas, diabetes melitus. Dengan demikian akan melemahnya kualitas generasi sumber daya manusia Toraja di masa depan,” bebernya.
- Penulis: Gibran
