fbpx
26 C
Makassar
Kamis, 2 Desember 2021

Ketua Karang Taruna Sulsel Bakal Hadiri Temu Karya KT Toraja Utara

Populer

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Pengurus Karang Taruna Kabupaten Toraja Utara menyampaikan kesiapannya akan melaksanakan Temu Karya Karang Taruna (TKKT) II tingkat kabupaten.

Kepengurusan Karang Taruna dibawah kepemimpinan Yosia Rinto Kadang itu akan dihadiri langsung Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari yang juga politisi partai Golkar.

Politis tersebut adalah perempuan pertama menduduki jabatan Ketua DPRD Sulsel, serta telah tiga periode menjadi anggota DPRD Sulsel.

TKKT II tingkat kabupaten Toraja Utara direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 13 November 2021.

“Ibu Ketua Ani akan membuka kegiatan TKKT II Karang Taruna Toraja Utara,” jelas Wakil Ketua Karang Taruna Toraja Utara, Belo Tarran, Kamis (4/11/2021).

- ADS -

Kata Belo, salah satu agenda TKKT II tahun 2021 untuk mencari Ketua, dimana telah diatur dalam AD/ART KT, ART BAB IV Pasal 24 Tentang Kriteria Ketua/Ketua Umum Poin 1.m yakni Pernah dan Aktif menjadi pengurus pada kepengurusan Karang Taruna ditingkatannya selama satu periode atau Ketua Pengurus Karang Taruna di tingkat bawah.

Sekretaris Karang Taruna Sulsel periode sebelumnya (2015-2020), Zainal Arifin mengatakan sesuai ART tentang pembentukan kepengurusan ditingkat kecamatan sampai nasional juga dilakukan dalam forum pengambilan keputusan tertinggi masing-masing yang disebut Temu Karya Karang Taruna (TKKT) atau Temu Karya Nasional Karang Taruna (TKNKT) pada tingkat nasional.

“Dasar inilah dilaksanakan TKKT Sulsel yang dihadiri 24 pengurus Karang Taruna Kab/Kota, hanya saja pengurus nasional tidak dapat hadir pelaksanaan TKKT Sulsel, padahal penyampaian pelaksanaan Temu Karya ini sejak 31 Maret 2021 dan dilanjutkan komunikasi secara intens dengan Deden yaitu Sekjend PNKT,” ujar Zainal yang juga Koordinator Strering Committe TKKT.

Lanjur Zainal Arifin menjelaskan ketidakhadiran PNKT tanpa alasan yang jelas disampaikan kepada Pengurus Sulsel dan OC TKKT, maka oleh itu pelaksanaan TKKT Sulsel dinyatakan sah dan diterima hasilnya oleh 24 Kabupaten/Kota.

Sebelum pembukaan TKKT Sulsel, 24 Kabupaten/Kota telah menandatangani pernyataan penolakan Caretaker Ketua KT di Sulsel.

“Seharusnya Budi dan Deden ini semakin gencar melakukan penataan kelembagaan di PNKT serta mensinkronkan program PNKT dengan Kemensos, jika itu dilakukan jauh lebih bermanfat, bukan lagi turun memecah belah KT Provinsi Sulsel,” ungkapnya.

Zainal mengingatkan bahwa Karang Taruna adalah organisasi sosial bukan untuk diobok-obok seperti partai politik.

Zainal juga menjelaskan bahwa sesuai Permensos 25 tahun 2019 tentang Keanggotaan Dan Kepengurusan Pasal 19 (2) hubungan tata kerja internal Karang Taruna antara pengurus tingkat Desa atau Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Nasional bersifat koordinatif, konsultatif, konsolidatif, komunikatif, dan kolaboratif.

Sehingga dengan dasar itu maka, Karang Taruna secara berjenjang hanya jalur koordinatif.

Hal tersebut sesuai Anggaran Dasar KT Pasal 15 tentang Masa Bakti, Pengukuhan dan Pelantikan ayat (2), pengukuhan Pengurus Karang Taruna Desa/Kelurahan dan Pengurus Karang Taruna Kecamatan sampai dengan nasional dilakukan dengan Keputusan Pejabat yang berwenang sesuai dengan lingkup kewenangannya, yakni Huruf (D) Keputusan Gubernur untuk Pengukuhan Pengurus Karang Taruna Provinsi.

“Kalaupun ada pasal sebelumnya yang menyatakan bahwa Pengurus Karang Taruna Provinsi adalah pelaksana organisasi dalam lingkup wilayah provinsi yang selanjutnya disebut PKTP, yang diangkat dan ditetapkan dalam TKKT Provinsi, disahkan oleh Pengurus Nasional Karang Taruna serta dikukuhkan oleh Gubernur, kata disahkan maksud pasal ini adalah dilaksanakan pada forum TKKT, sebagaimana PNKT telah lakukan saat Temu Karya KT Banten sebelum PNKT dilantik oleh Mensos pada Bulan Maret 2021,” terang Zainal.

“Oleh karena itu untuk saudara Budi dan Deden kuburlah dendam itu dan sebaiknya memberikan pencerahan dan lebih intens mensosialisasikan AD/ART KT secara menyeluruh bukan menggiring organisasi untuk menjadi tidak solid, dan tanamkanlah jiwa kesetiakawanan sosial itu kepada seluruh warga Karang Taruna karena saudara berdua adalah pilihan maka jagalah Marwah Karang Taruna dengan baik pula,” pungkasnya.

Zainal Arifin menegaskan pula bahwa tidak ada lagi alasan melaksanakan kembali TKKT Sulsel, karena 24 Kabupaten/Kota tetap solid menerima semua hasil TKKT Aryaduta Makassar, kemudian Pembina Umum dan Pembina Fungsional sangat menyambut baik Ketua terpilih, Andi Ina Kartika Sari.

“Mari kita tetap jaga marwah Karang Taruna sebagai organisasi sosial, karena kesetiakawanan adalah wujud soliditas Karang Taruna di Sulsel, buat mereka yang mau berpolitik sebaiknya di Partai Politik saja dan bukan di Karang Taruna tempatnya,” tutupnya. (*)

Ris/ZK

- Advertisement -Dinas Pertanian Kabupaten Tana Toraja - Salvius Pasang
- Advertisement -
- Contoh Iklan -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

- Advertisement -

DLH Sidak 10 Tambang Galian C Ilegal yang diduga Punya Sokongan Aparat

ZONAKATA.COM - TORAJA UTARA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Toraja Utara akhirnya tunjukkan taringnya dengan melakukan penegakan kepada 10...

Berita Lain

- Advertisement -