Jika Hasil Rapid Test Positif, Sebaiknya Jangan Panik, Ini Penjelasannya
- account_circle Gibran
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2020
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Berita tentang adanya pasien PDP di Tana Toraja yang positif berdasarkan hasil Rapid Test membuat jagad maya menjadi heboh. Apalagi oknum yang positif itu adalah seorang pejabat teras didaerah ini.
Namun menurut Vheby MR, jika ada yang hasil Rapid Testnya positif, sebaiknya jangan panik dulu. Karena bukan berarti dia telah terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Dikatakan Rapid Test adalah metode skrining awal atau pemeriksaan penyaring untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.
“Bila hasil Rapid Test anda positif, jangan panik dulu. Karena kemungkinan antibodi yang terdeteksi pada Rapid Test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau coronavirus jenis lain, bukan yang menyebabkan Covid-19 atau SARS-CoV-2,” ujar Faskab STBM ini, Rabu (15/4).
Dijelaskan jika dari hasil Rapid Test positif, maka akan dilanjutkan dengan pengambilan sampel lendir dengan metode Swab untuk tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk memastikan apakah benar terdapat infeksi COVID-19 atau SARS-CoV-2.
“Untuk itu selama menunggu hasil PCR keluar, maka harus menjalani isolasi mandiri paling tidak selama 14 hari,” jelasnya.
Untuk itu ditegaskan, bahwa Rapid Test bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa apakah orang itu terinfeksi virus Corona (Covid-19) atau tidak. Karena tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan melalui Polymerase Chain Reaction (PCR).
“Jadi pemeriksaan dengan mengambil sampel lendir hidung atau tenggorokan (Polymerase Chain Reaction/PCR) ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona,” paparnya.
- Penulis: Gibran
