IPPEMSI Makassar Pertanyakan Bantuan Bansos Program Sembako (BPNT) di Simbuang
- account_circle Gibran
- calendar_month Sabtu, 6 Jun 2020
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Penyaluran Bansos Program Sembako 2020 dari pemerintah pusat untuk pemenuhan kebutuhan pangan bagi keluarga pra sejahtera di Kecamatan Simbuang dipertanyakan Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang-Mappak (IPPEMSI) Makassar.
Pasalnya, paket bantuan Sembako yang merupakan pengembangan dari program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) itu, yang dibagikan ke masyarakat dianggap tidak sesuai besaran yang seharusnya diterima. Seperti diketahui besaran manfaat program Sembako adalah Rp150.000/KPM/bulan normalnya adalah Rp 150 ribu per bulan untuk setiap keluarga penerima manfaat (KPM).

Namun untuk mengantisipasi potensi gejolak akibat Pandemi Covid-19, besaran itu dinaikkan Rp 50.000 sehingga menjadi Rp 200 ribu per bulan untuk setiap KPM. Penambahan besaran BPNT ini berlaku sejak bulan Maret. Sehingga jumlah yang diterima oleh KPM di Kecamatan Simbuang sejak Januari hingga Mei berkisar Rp.900 ribu. Namun paket yang diterima KPM di Simbuang dianggap tidak sesuai.
Ketua Umum IPPEMSI Makassar, Reinaldo mengaku jika dirinya banyak mendapat keluhan dari masyarakat Simbuang terkait bantuan itu. Untuk itu pihaknya langsung melakukan investigasi dan menemukan paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat penerima di kecamatan Simbuang terdiri dari 50 kg beras, 3 rak telur, dan ikan sarden sebanyak 9 kaleng.
“Jika dihitung paket sembako itu tidak sesuai dengan jumlah nilai uang yang didapatkan oleh KPM. Saat ini harga beras berkisar Rp.10 ribu-Rp.11 ribu, harga telur per rak berkisar antara Rp.38 ribu-Rp.46 ribu serta harga ikan kaleng merk Sarden ukuran 155 gram berkisar Rp.5 ribu-Rp.10 ribu,” ungkap Rei.
Untuk itu IPPEMSI Makassar meminta Korda Program Sembako Tana Toraja Fatmawati Pasila agar memberikan penjelasan terkait penyaluran bantuan sembako di kecamatan Simbuang dan Tana Toraja secara umum yang sesuai dengan mekanisme penyaluran dari Program Sembako 2020.
“Kami meminta kepada Fatmawati selaku Korda Program Sembako Tana Toraja untuk memberikan penjelasan. Karena kami melihat jumlah barang yang diterima KPM tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya diterima,” tegas Reinaldo.
Hal yang sama dikemukakan Ketua I IPPEMSI Makassar, Nelson Sanda Karaeng bahwa bantuan yang telah disalurkan secara khusus di kecamatan Simbuang tidak sesuai dengan yang seharusnya diterima. Jika paket sembako itu diuangkan maka tidak senilai dengan Rp.900 ribu.
“Sangat kami sayangkan ditengah kondisi saat ini dimana masyarakat sangat membutuhkan bantuan namun dilain sisi masih ada oknum-oknum tertentu yang mengambil keuntungan dari bantuan itu. ” sesal pria yang kerap disapa Eccon.
Sementara itu Koodinator Daerah (Korda) Program Sembako Tana Toraja Fatmawati Pasila yang coba dikonfirmasi via whatsapp terkait masalah ini tidak memberikan respon.
- Penulis: Gibran
