Hari Tari Dunia (HTD) Toraya Ma’gellu’ Kembali Digelar Meriah di Rantepao
- account_circle Gibran
- calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Event Hari Tari Dunia (HTD) Toraya Ma’gellu’ kembali digelar dengan meriah di Gedung Art Center Rantepao, Sabtu (21/6/2025) malam,.
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, HTD kali ini mengusung tema “Bertumbuh”, serta menghadirkan 22 sanggar tari dari 19 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Ketua DPC Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Toraja Utara, Damayanti Batti, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesuksesan acara tahun ini.
Ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah menyuguhkan karya-karya terbaik dan terbaru mereka.
“Penonton benar-benar disuguhkan pertunjukan yang berkualitas. Gedung pertunjukan pun penuh sesak oleh masyarakat pecinta seni budaya. Tidak ada kursi yang tersisa, bahkan banyak warga tidak bisa masuk karena kapasitas penuh,” ujar Damayanti.
Ia berharap HTD Toraya Ma’gellu’ dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan tema yang berbeda dan kualitas yang terus meningkat.

Damayanti yang juga istri Bupati Toraja Utara itu mendorong agar Toraja Utara bisa menjadi barometer pertunjukan tari di Sulawesi Selatan.
Terkait pendanaan, ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tahun ini.
Meski tidak mendapat bantuan dari Kementerian Pariwisata maupun Bank Indonesia seperti tahun-tahun sebelumnya, Damayanti tetap optimis akan adanya dukungan yang lebih besar ke depan.
“Kita berharap pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat bisa lebih serius menganggarkan kegiatan seni budaya. Toraja Utara adalah daerah pariwisata, kalau tidak ada pertunjukan, rasanya seperti sayur tanpa garam,” tambahnya.
Ia juga mengakui masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dalam pelaksanaan tahun ini. Namun, menurutnya, hal tersebut akan menjadi pembelajaran berharga demi perbaikan di masa mendatang.
HTD Toraya Ma’gellu’ tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat para penari dari berbagai daerah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya Indonesia, khususnya di Toraja Utara.*
- Penulis: Gibran
