Minggu, 19 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » HARDIKNAS 2025: Pendidikan Butuh Waktu dan Konsistensi Pemerintah

HARDIKNAS 2025: Pendidikan Butuh Waktu dan Konsistensi Pemerintah

  • account_circle zonakatacom
  • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
  • print Cetak

ZONAKATA.COM   Hari Pendidikan Nasional yang kita peringati setiap tanggal 2 Mei adalah momentum reflektif untuk meninjau kondisi dan arah pendidikan di Indonesia.

Untuk mencapai kemajuan yang berarti, sistem pendidikan kita membutuhkan fondasi yang kokoh, yang sejatinya harus dimulai sejak tahap paling dasar, bahkan sebelum anak memasuki jenjang pendidikan formal, sebagian kalangan bahkan menekankan pentingnya pemenuhan gizi terlebih dahulu.

Permasalahan yang kita hadapi masih belum berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Merujuk pada hasil PISA 2022, kemampuan literasi dan numerasi peserta didik Indonesia masih tergolong rendah.

Barangkali sebagian dari kita bertanya, mengapa hal ini menjadi sorotan penting? Literasi dan numerasi merupakan landasan untuk mendalami ilmu pengetahuan dan menjadi pembelajar sepanjang hayat (longlife learner).

Tanpa kemampuan dasar tersebut, upaya untuk membentuk generasi pembelajar akan menemui banyak hambatan.

Selain itu, PISA juga mengukur aspek pola pikir berkembang (growth mindset), yang pada dasarnya berarti keyakinan bahwa seseorang dapat berubah dan berkembang jika mau belajar.

Sayangnya, banyak anak yang masih memandang belajar semata-mata sebagai jalan untuk lulus sekolah dan mendapatkan pekerjaan, bukan karena dorongan rasa ingin tahu yang mendalam terhadap ilmu.

Sering kali saya katakan bahwa sekolah atau kuliah tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga untuk memperluas wawasan, memperkaya cara pandang, dan mengasah kemampuan berpikir kritis.

Masalah lain yang terus berulang adalah pergantian kebijakan pendidikan setiap kali terjadi pergantian menteri. Tahun 2025 ini kita kembali menyaksikan perubahan di level kementerian pendidikan dasar dan menengah.

Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama guru, tentang kemungkinan bergantinya kurikulum lagi. Pertanyaan yang sering muncul: mana yang lebih penting, kurikulum atau kualitas guru?.

Saya ingin mengajak kita berhenti mempertentangkan keduanya, karena keduanya sama-sama vital.

Kurikulum adalah alat bagi guru untuk menjalankan proses pembelajaran. Yang dibutuhkan sekarang adalah konsistensi kurikulum, serta waktu bagi guru untuk benar-benar memahami dan menerapkannya secara optimal.

Implementasi kurikulum adalah bagian dari proses belajar guru. Kita patut mengapresiasi pergeseran paradigma dari ketidakpercayaan terhadap guru menjadi kepercayaan penuh melalui konsep Merdeka Belajar, di mana guru diberikan kebebasan untuk memilih dan mengolah materi ajar sesuai konteks dan kebutuhan peserta didik.

Harapannya, kurikulum ini tidak lagi berganti, tetapi diberi kesempatan untuk dijalankan dengan baik melalui penguatan kepemimpinan instruksional di tingkat guru.

Dalam pelaksanaan pendidikan hingga kini, pendekatan pemerintah masih lebih berorientasi pada output ketimbang outcome. Output yang dimaksud mencakup jumlah sekolah yang diperbaiki, guru yang mendapat sertifikat, atau ruang kelas yang direnovasi.

Namun outcome sejatinya adalah hasil jangka panjang yang lebih substantif, seperti terciptanya pengetahuan baru, atau bahkan lahirnya penerima Nobel dari Indonesia. Fokus yang terlalu sempit pada angka-angka pencapaian fisik sering kali menutupi gambaran besar tentang arah pendidikan kita.

Dengan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN, seharusnya banyak hal bisa kita capai. Namun, dalam praktiknya, kita masih terjebak dalam rezim pembangunan yang ketat secara fiskal, di mana pendidikan kerap terseret dalam kebijakan efisiensi anggaran.

Padahal, pendidikan dan riset seharusnya menjadi sektor yang tidak bisa disamakan dengan sektor lain dalam hal pembatasan pembiayaan. Suka atau tidak suka, harus diakui bahwa pendidikan kita telah terpolitisasi.

Kita tidak kekurangan orang pintar di pemerintahan, tetapi sering kali jabatan strategis diisi oleh politisi yang hanya berpikir soal penciptaan jejak pribadi atau legacy, alih-alih melanjutkan kerja baik yang telah dirintis oleh pendahulunya.

Kembali ke permasalahan literasi dan numerasi, menurut saya ada beberapa pendekatan konkret yang bisa dilakukan. Pertama, menghadirkan tim debat di setiap kelas, mulai dari tingkat SMP hingga SMA.

Kegiatan debat akan melatih siswa untuk melihat dan memahami berbagai sudut pandang, serta mengembangkan empati terhadap gagasan yang berbeda dengan pandangan pribadi. Kemampuan menyusun dan menyampaikan argumen secara terstruktur adalah bentuk literasi yang aplikatif.

Kedua, perlu diadakan kelas-kelas filosofis atau alternatif yang mendorong siswa untuk mempertanyakan kebenaran-kebenaran yang dianggap mutlak, mempertanyakan aksioma dan kebiasaan yang selama ini diterima begitu saja.

Melalui proses ini, saya percaya kita akan membentuk generasi yang kritis dan terus belajar sepanjang hidup, baik anak-anak maupun orang dewasa, dengan caranya masing-masing.

Sebagai penutup refleksi Hari Pendidikan Nasional tahun ini, mari kita mengingat pandangan Jawaharlal Nehru yang menyatakan bahwa kemajuan India bergantung pada scientific temper atau perangai ilmiah.

Juga, mari kita renungkan kembali cerita dari Jepang ketika Hiroshima dan Nagasaki dibom: pertanyaan pertama Kaisar Hirohito saat itu adalah, “Berapa banyak guru yang tersisa?” Sepenting itulah peran pendidikan dalam membangun bangsa.

Pertanyaan untuk kita di Indonesia adalah: apakah pendidikan telah dijalankan sebagai hak dasar warga negara dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?.

Atau, apakah pendidikan masih dilihat semata-mata sebagai investasi keluarga, yang hanya bisa diakses oleh kelas menengah dan atas? Apakah pendidikan kita adalah kebutuhan negara, atau justru kebutuhan rumah tangga?

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2025

Ahmad Faisal Idrus (Mahasiswa Pascasarjana UNM Prodi S-2 Pendidikan Fisika)

  • Penulis: zonakatacom

Berita Lain

  • Samapta Polres Toraja Utara Intensifkan Patroli dan Pengamanan Salat Tarawih Selama Ramadan

    Samapta Polres Toraja Utara Intensifkan Patroli dan Pengamanan Salat Tarawih Selama Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Risna
    • visibility 148
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Selama bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, jajaran Polres Toraja Utara melalui Satuan Samapta mengintensifkan patroli dan pengamanan di sejumlah masjid di wilayah Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (20/2/2026). Langkah tersebut dilakukan guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Islam […]

  • Mentan Amran Sidak Pasar Cipinang: Stok Berlimpah, Harga Pangan Tak Boleh Naik!

    Mentan Amran Sidak Pasar Cipinang: Stok Berlimpah, Harga Pangan Tak Boleh Naik!

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 326
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – JAKARTA   Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, pada hari kedua Ramadan, Minggu (2/3/2025). Tujuannya, memastikan stabilitas harga pangan dan ketersediaan stok selama bulan suci ini. Mentan Amran menemukan beberapa pedagang menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Padahal, stok beras nasional […]

  • KPU, Bawaslu dan Forkopimda Tana Toraja Rakor Bahas Pelaksanaan Pilkada

    KPU, Bawaslu dan Forkopimda Tana Toraja Rakor Bahas Pelaksanaan Pilkada

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
    • account_circle Gibran
    • visibility 193
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menggelar rapat koordinasi dengan Forkopimda, Penyelenggara Pemilu KPU dan Bawaslu serta instansi terkait, di Rujab Bupati, Sabtu (13/6). Rapat koordinasi terkait pelaksanaan Pilkada Tana Toraja itu dipimpin Bupati Nicodemus Biringkanae. Salah satu yang menjadi fokus koordinasi adalah menyelenggarakan Pilkada dengan mengikuti Protap Covid-19. Ketua KPU Tana Toraja […]

  • Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur di Sekitar Bendungan Pamukkulu, Pj Gubernur: Cocok Tanam Nangka Madu

    Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur di Sekitar Bendungan Pamukkulu, Pj Gubernur: Cocok Tanam Nangka Madu

    • calendar_month Sabtu, 14 Okt 2023
    • account_circle Gibran
    • visibility 301
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TAKALAR Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mendorong pemanfaatan lahan tidur di sekitar Bendungan Pamukkulu, Desa Kale Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Bendungan Pamukkulu memiliki daya tampung 77 juta M3 dengan luas genangan 460 hektar. Bendungan ini juga termasuk tipe Concrete Face Rockfill Dam (CFRD). “Banyak kan lahan tidur disini. Jadi kalau dilakukan […]

  • Koalisi Jurnalis Peduli Penyiaran Desak DPRD Sulsel Suarakan Penolakan RUU Penyiaran ke Pusat

    Koalisi Jurnalis Peduli Penyiaran Desak DPRD Sulsel Suarakan Penolakan RUU Penyiaran ke Pusat

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 131
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – MAKASSAR Rancangan Undang Undang Penyiaran (RUU) Penyiaran secara jelas akan mengancam kemerdakaan pers tanah air. Maka sudah jelas RUU penyiaran harus ditolak. Penolakan ini disuarakan Koalisi Jurnalis Peduli Penyiaran (KJPP) saat melakukan aksi di depan Gedung DPRD Sulsel, Rabu, 22 Mei 2024. Aksi damai tersebut dihadiri ratusan demonstran yang tergabung dari berbagai macam […]

  • Pemkab Tana Toraja Hadiri Pentahbisan Diakon dan Imam, Dorong Peran Sosial dan Pelestarian Lingkungan

    Pemkab Tana Toraja Hadiri Pentahbisan Diakon dan Imam, Dorong Peran Sosial dan Pelestarian Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle zonakatacom
    • visibility 131
    • 0Komentar

    ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg, Sp.A didampingi Ketua TP PKK Tana Toraja Dr. Erni Yetti Riman menghadiri Perayaan Pentahbisan Diakon dan Imam Keuskupan Agung Makassar di Lapangan Bakti Rantepao, Kamis (6/2/2026). Kehadiran pemerintah daerah tersebut menjadi wujud dukungan terhadap penguatan nilai keagamaan, sosial, dan budaya di kawasan Toraja. Kehadiran jajaran […]

expand_less