Gelombang Penolakan Terhadap Program Transmigrasi, Wakil Bupati Tana Toraja Angkat Bicara
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM — TANA TORAJA Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto Laso’ Paundanan, angkat bicara terkait gelombang penolakan terhadap program transmigrasi pemerintah pusat yang disebut-sebut berada di wilayah Tana Toraja.
Pernyataan ini disampaikan mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja tersebut pada hari kedua rapat paripurna pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Tana Toraja, Jumat (28/11/2025).
Erianto menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kajian resmi dari Pemerintah Daerah terkait penetapan kawasan transmigrasi baru yang melibatkan warga dari luar daerah.
“Informasi yang menyebut Wakil Bupati menyetujui dan menerima adanya transmigrasi di Tana Toraja itu keliru dan tidak benar. Sepengetahuan saya, pemerintah saat ini tidak membuat kajian untuk menetapkan satu kawasan sebagai lokasi transmigrasi,” tegas Erianto saat paripurna.
Ia juga meluruskan bahwa pemaparan tim Ekspedisi Patriot ITB beberapa waktu lalu bukan merupakan program baru, melainkan hasil penelitian terhadap kawasan transmigrasi lama.
“Berdasarkan laporan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, penempatan transmigrasi di Simbuang dan Pakala, Kecamatan Mengkendek, sudah ada sejak 2011. Itulah yang dikunjungi tim Ekspedisi Patriot dari ITB. Mereka datang untuk mengevaluasi dan mengkaji kondisi di lokasi tersebut,” jelasnya.
Erianto menegaskan bahwa penetapan kawasan transmigrasi baru tidak bisa dilakukan sepihak, melainkan membutuhkan kajian komprehensif serta kesepakatan dari berbagai pihak.
“Untuk mengusulkan satu rencana kawasan transmigrasi, dibutuhkan kajian menyeluruh. Proses itu harus melibatkan tim ahli, pemerintah, DPRD, pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, dan masyarakat itu sendiri,” pungkasnya. (*)
- Penulis: zonakatacom
