Gaji Tak Kunjung Dibayar, Bernardo Tavares Tinggalkan PSM
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
- print Cetak

Bernardo Tavares (foto Istimewa)
ZONAKATA.COM – MAKASSAR Pelatih kepala PSM Makassar, Bernardo Tavares, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh pelatih asal Portugal itu melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (1/10/2025) malam.
Tavares, yang telah membesut Juku Eja sejak 2022, mengaku mundur karena persoalan tunggakan gaji yang sudah berlangsung lama dan tak kunjung terselesaikan.
“Dengan penuh duka, saya mengumumkan kepergian saya dari PSM Makassar, klub tertua di Indonesia dengan sejarah hampir 110 tahun. Penyebabnya adalah minimnya pembayaran gaji, situasi yang saya hadapi selama tiga setengah tahun melatih, namun kini tak tertahankan lagi,” tulis Tavares.
Tavares mengungkapkan bahwa dirinya sempat diyakinkan oleh pihak manajemen mengenai stabilitas keuangan klub untuk musim 2025/2026.
Namun, janji tersebut tak terwujud, bahkan ia mengklaim belum menerima gaji selama lima bulan terakhir.
“Musim lalu, saya bertemu dengan manajemen, yakni Pak Fajrin dan Pak Aksa, yang meyakinkan saya akan adanya stabilitas keuangan dan proyek yang kuat untuk musim ini. Saya menolak tawaran dari klub lain demi bertahan, tetapi kesulitan tetap berlanjut,” katanya.
Selain persoalan finansial, Tavares juga menyebut sulitnya merekrut pemain baru karena sanksi dari FIFA serta reputasi buruk klub terkait masalah pembayaran gaji.
Meski demikian, ia tetap bangga bisa membentuk skuad yang kompetitif.
“Sangat sulit merekrut pemain karena larangan FIFA dan reputasi buruk klub terkait pembayaran gaji. Namun, kami tetap mampu membangun tim kompetitif yang kini sangat dihargai di Transfermarkt,” ujar pelatih berusia 45 tahun itu.
Tavares memilih momen jeda internasional di Indonesia Super League sebagai waktu yang tepat untuk mundur.
Ia juga bersyukur pernah memberikan prestasi terbaik untuk PSM, yakni menjuarai Liga 1 musim 2022/2023.
“Selama tiga tahun ini, PSM Makassar menjadi klub Indonesia dengan performa internasional terbaik, selalu bermain di luar Sulawesi. Kami juga menjadi tim dengan skuad termuda di liga dan banyak pemain yang dipromosikan ke tim nasional, baik kelompok usia maupun senior,” paparnya.
“Saya pulang dengan rasa sakit, tetapi juga bangga. PSM Makassar akan selalu di hati saya,” tutup Tavares.
Sebelum resmi mundur, Tavares menyebut bahwa timnya hanya menerima bonus usai kemenangan atas Persija Jakarta, sementara gaji selama lima bulan terakhir belum dibayarkan.*
- Penulis: zonakatacom
