Fakta dibalik Video Kapolri Perintahkan Tembak Masyarakat
- account_circle Irsad Ibrahim
- calendar_month Senin, 27 Mei 2019
- print Cetak

ZONAKATA.COM – Beredar di media sosial tentang video perintah Kapolri tembak masyarakat di hadapan personil Brimob.
Video tersebut telah tersebar melalui medsos dan menjadi konsumsi para warga netizen.
Dalam video editan tersebut terlihat Kapolri mengatakan Apakah Masyarakat Boleh Ditembak ? dan dijawab dengan tegas oleh salah satu anggota Brimob, Boleh Jenderal !!! Lalu nampak Kapolri mengacungkan jempol.
Namun , setelah ditelusuri ditemukan video asli dari pernyataan Kapolri tersebut, ternyata ada bagian awal yang terpotong yang sengaja dihilangkan untuk memframing polisi menjadi musuh masyarskat .
Dalam video asli (tanpa editan), terlihat ada interaksi pertanyaan dari Kapolri kepada salah satu personel Brimob yang sedang bersiaga, begini kronologinya :
“Jika ada masyarakat yang membawa parang dan mengancam keselamatan orang lain, apakah masyarakat tersebut boleh ditembak?” Tanya Kapolri.
Dijawab dengan tegas oleh salah seorang personil Brimob “Siap, boleh Jenderal.”
Dan Kapolri pun mengacungkan jempol dan berlalu.
Dari fakta interaksi itu, Kapolri tidak menyatakan masyarakat boleh ditembak tanpa alasan, namun Kapolri menyatakan Jika ada masyarakat yang mengancam keselamatan orang lain, itu baru boleh ditembak.
Jadilah netizen yang smart , yang tidak mudah terprovokasi oleh berita berita hoax yang sengaja di ciptakan oleh oknum yang tidak ingin melihat Indonesia aman dan damai. Jaga persatuan dan kesatuan, teruslah serukan NKRI Harga Mati.
Berikut video aslinya.
- Penulis: Irsad Ibrahim
