Dua Remaja di Tana Toraja Ditemukan Tewas, Tinggalkan Surat Wasiat
- account_circle Gibran
- calendar_month Senin, 30 Jan 2023
- print Cetak

DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.
ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Kasus bunuh diri terjadi lagi di Kabupaten Tana Toraja. Korbannya merupakan dua remaja yang ditemukan tewas tergantung dilokasi berbeda, Senin (30/1/2023).
“Kedua korban masih duduk di bangku SMK, jenazahnya ditemukan dilokasi berbeda,” kata Kapolsek Makale, AKP Martinus Pararuk via seluler Senin siang.
Martinus menjelaskan, korban pertama merupakan remaja putri berinisial JP (15 tahun). Kemudian seorang remaja putra berinisial R (17 tahun).
“Yang pertama ditemukan itu JP, kemudian selang tiga jam kami dapat laporan bahwa R juga bunuh diri. Kedua korban ini pacaran,” ucap AKP Martinus.
Belum diketahui motif kedua korban nekat mengakhiri hidupnya. Namun diduga akibat persoalan asmara. Apalagi, saat melakukan olah TKP di rumah kos JP, polisi juga menemukan surat wasiat.
Berikut isi surat wasiat yang ditulis JP tersebut :
Untuk R tersayang.
Maaf jika aku banyak mengecewakanmu, dan maaf jika saya terlalu memaksamu, maaf juga karena aku belum bisa membahagiakan mu lagi.
Terkadang saya minta maaf pada seseorang bukan karena aku salah, tapi karena saya tak ingin menyakiti orang yang aku sayang. Saya tau kata maaf ini tidak kan mampu menebus kesalahanku yg pernah terjadi, namun saya tak akan putus asa untuk meminta maaf kepadamu sampai kau memaafkanku.
Maafkan saya bila saya telah banyak mengukir luka dihatimu, maaf pula jika saya telah banyak meneteskan air mata yg keluar dari matamu. yang saya lakukan hanya bisa meminta maaf bila aku tidak bisa memahamimu, memahami keinginanmu.
Tapi yang perlu kamu tahu bahwa hanya kaulah yg ingin kujadikan satu-satunya menjadi pendamping hidupmu, dan benar-benar menyayangimu. Sekali lagi saya minta maaf buat kesalahanku yg tidak musukai dalam hidupku dan yg pernah terjadi.*
- Penulis: Gibran
