fbpx
25 C
Makassar
Kamis, 28 Oktober 2021

Belajar Daring Jadi Garing?

Populer

- Advertisement -Dinas Pertanian Kabupaten Tana Toraja - Salvius Pasang

ZONAKATA.COM – PALOPO Sebagian besar mahasiswa Kampus IAIN Palopo mengalami masa kejenuhan akibat dari proses pembelajaran secara daring. Selama masa pandemik ini berlangsung, kuota internet menjadi hal pokok dalam proses belajar secara Daring.

Namun bagaimana dengan nasib mahasiswa yang kurang mampu untuk membelinya? Berpindahnya proses pembelajaran dengan sistem Luring (Luar jaringan) ke Daring (Dalam jaringan) menyebabkan para peserta didik harus mempunyai alat komunikasi yang dilengkapi dengan fasilitas berupa jejaring internet misalnya serta fasilitas pendukung lainnya seperti kuota internet, hal ini juga menjadi penyebab banyaknya orang tua yang berkeluh kesah dengan proses pembelajaran tahun ini.

Dunia pembelajaran secara tiba-tiba mengalami perubahan dari yang awalnya saling bertatap muka secara langsung menjadi tidak langsung. Perubahan tersebut tentunya akan memberikan dampak positif maupun negatif yang terjadi pada mahasiswa maupun dosen.

- ADS -

Akibat dari mewabahnya covid 19 ke seluruh dunia sehingga pembelajaran tatap muka (Luring) terpaksa ditiadakan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Pembelajaran dengan menggunakan sistem luring memberi efek ikatan batin yang mendalam antara pendidik dan peserta didik.

“Sebelumnya saya sampaikan bahwa tidak ada metode pembelajaran yang tidak bagus, oleh sebab itu solusi yang saya berikan yaitu metode pembelajaran Blended Learning, Project Based Learning dan Problem Based Learnig,” jelas Ustadz Abdul Rahim Karim, salah satu dosen Kampus IAIN Palopo.

Pandemik Covid 19 memberikan motivasi kepada kita selaku manusia pada khususnya agar selalu bersyukur akan adanya hikmah yang tersembunyi dibaliknya. Karena dengan canggihnya teknologi saat ini, pembelajaran dapat dilakukan dimana saja tanpa harus membuang-buang waktu para peserta didik.

“Di balik suatu hal ada banyak nilai yang terkandung, oleh sebab itu kita harus tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk dapat belajar dengan tidak menyia-nyiakan waktu yang ada serta dapat memacu diri agar lebih paham akan teknologi”. tutur Firman Hidayat selaku mahasiswa Pendidikan Agama Islam IAIN Palopo.

Penulis Tasya Salinda Putri Mahasiswi Universitas Merdeka Malang

- Advertisement -
- Contoh Iklan -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

- Advertisement -

Tingkatkan Militansi, PDI Perjuangan Tana Toraja Gelar Pendidikan Kader

ZONAKATACOM - TANA TORAJA Sejumlah partai politik mulai memanaskan mesin partainya menatap pemilu 2024 . Salah satunya adalah PDI...

Berita Lain

- Advertisement -