Aksi Demo Forum Masyarakat Korban Banjir Berujung Ricuh
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Senin, 10 Agt 2020
- print Cetak

ZONAKATA.COM – LUWU UTARA Aksi demo kelompok yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Korban Banjir berujung ricuh saat melakukan dialog dengan beberapa anggota Legislator di Aula Kantor DPRD Luwu Utara. Massa yang hadir mendesak agar DPRD menghadirkan Bupati Luwu Utara namun tuntutan para demonstran itu tidak dapat dipenuhi.
Salah seorang peserta aksi yakni Sulfikar menilai pekerjaan Pemda maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah Luwu Utara tidak jelas arahnya. Karena setelah dikolerasikan dengan Undang-undang no 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Di pasal 4 dijelaskan bahwa tanggung jawab untuk penanggulangan bencana adalah pemerintah dan BPBD.
Sementara menurutnya fakta dilapangan tidak ada sama sekali pekerjaan yang ditangani oleh Pemda. Ia juga menuturkan selama ini juga Pemda melalui BPBD tidak pernah memperlihatkan teknis kegiatan yang akan dilakukan untuk penanganan bencana alam maupun penanganan para pengungsi.
Bahkan sejauh ini Pemda juga dinilai tidak pernah memberikan secara tertulis penanganan yang dilakukan terhadap masyarakat di Masamba, Radda dan Sabbang. Padahal hingga saat ini setiap hujan, wilayah tersebut tergenang air. Sementara alat berat yang gunakan mengeruk sisa material yang memadati sungai dianggap tidak efektif karena material yang dikeruk akan tergerus air sungai apabila terjadi hujan.
“Kami melakukan aksi hari ini karena kami melihat pekerjaan pemerintah maupun BPBD Luwu Utara itu tidak jelas, kami mengkorelasikan dengan UU No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Di pasal 4 dijelaskan bahwa tanggung jawab untuk penanggulangan bencana adalah pemerintah dan BPBD,” kata Sulfikar.

“Namun fakta di lapangan tidak ada sama sekali pekerjaan efektif yang dilakukan oleh pemerintah. Dan juga pemerintah daerah melalui BPBD tidak pernah memperlihatkan teknis kegiatan yang akan dilakukan untuk penanganan bencana alam maupun penanganan para pengungsi. Bisa saya katakan bahwa kegiatan pemerintah ini gali lubang tutup lubang karena setiap kali hujan pasti banjir akan terjadi lagi dan menyapu material yang telah di gali alat berat,” ujarnya lebih lanjut.
Aksi hari ini dinilai para demonstran belum menemui titik terang dan berencana akan tetap melanjutkan aksi jika belum ada tindakan dari pihak pemerintah daerah.
📷 Idha Hidayah
- Penulis: zonakatacom
