Jhony Paulus: Memilih Pemimpin Harus Selektif, Jangan Sampai Salah Pilih
- account_circle Gibran
- calendar_month Sabtu, 11 Jan 2020
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TANA TORAJA Dalam waktu dekat masyarakat Tana Toraja akan memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Diketahui Pilkada merupakan agenda politik yang sangat penting dan strategis dalam upaya mewujudkan demokrasi disebuah daerah.
Kepala daerah dan wakil kepala daerah yang terpilih dari pelaksanaan demokrasi langsung diharapkan dapat menghadirkan pemerintahan yang dapat berpihak kepada masyarakat.
Tantangan ini tentunya dapat dijawab oleh figur kepala daerah dan wakil kepala daerah yang kompeten, berintegritas, dan memiliki akseptabilitas di tengah-tengah masyarakat.
Menurut Ketua LBH Pendidikan Toraja, Jhony Paulus, bahwa setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh calon kepala daerah dan wakil kepala daerah jika terpilih nantinya.
Yang pertama, Bupati terpilih harus memiliki manajemen pemerintahan yang mumpuni sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan baik.
“Salah satunya menempatkan pejabat yang yang memiliki kompetensi yang baik jangan ada like and dislike apalagi ada dendam Pilkada,” ujar Paulus.
Dengan menempatkan pejabat sesuai dengan
kemampuannya maka akan tercipta pelayanan prima bagi masyarakat. Karena yang dibutuhkan saat ini ada sikap responsif dari pemerintah terhadap kebutuhan daerah dan masyarakatnya.
“Pejabat (perangkat pemerintah -red) yang berkualitas dan memiliki etos kerja pasti akan responsif terhadap tugas dan tanggung jawab yang diberikan, dan otomatis hal itu akan menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kemudian Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih harus bertanggung jawab kepada kepercayaan masyarakat yang telah diberikan kepada mereka.
“Masyarakat telah memilihnya, maka mereka harus menjawab kepercayaan itu sesuai dengan janji janji yang telah diumbar saat kampanye,” jelasnya.
Dan yang terakhir adalah Bupati terpilih harus memiliki visi dan misi yang jelas yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Sebuah visi misi yang tidak muluk muluk.
“Calon bupati tidak perlu menjanjikan yang muluk muluk atau memiliki visi misi yang susah diwujudkan. Kita tahu hanya ada dua sektor yang dapat dikembangkan didaerah ini hanya Pariwisata dan Pertanian. Na kira kira apa yang akan dilakukan terhadap dua sektor itu,” pungkasnya.
- Penulis: Gibran
