Pelaksanaan Pilkades Desa Kapita dan Pilkalem Ampang Batu Patut di Contoh
- account_circle Gibran
- calendar_month Minggu, 13 Okt 2019
- print Cetak

ZONAKATA.COM Dalam waktu dekat ini sejumlah kabupaten di Sulsel akan menggelar pemilihan Kepala Desa (Lembang). Pemilihan secara langsung untuk memilih pimpinan ditingkat Desa itu kini mulai mengalami perubahan ditingkat masyarakat.
Masyarakat saat ini menginginkan perubahan untuk mencari pemimpin yang berkualitas dan memiliki legitimasi dari masyarakat. Maka tak heran jika pemilihan Kepala Desa (Lembang) banyak petahana (incumbent) yang bertumbangan.
Ini karena masyarakat ingin perubahan. Bukan lagi memilih karena faktor uang tetapi mereka butuh pemimpin yang berkualitas yang mampu membawa perubahan seperti Desa Tamansari di Banyuwangi, Jawa Timur yang merupakan desa wisata terbaik kategori jejaring bisnis.
Atau seperti Desa Pujon Kidul di Malang, Jawa Timur yang telah menyabet sebagai desa wisata terbaik kategori agro atau mungkin Nagari (desa adat) Sungai Nyalo di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat yang terpilih sebagai desa wisata terbaik untuk kategori perkembangan tercepat.
Keinginan seperti itu yang membuat sejumlah
Panitia Pemilihan Kepala Desa membuat sesuatu hal yang tak lazim dalam sebuah pemilihan yang wajib diikuti oleh setiap kandidat kepala desa.
Seperti Desa Kapita Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto yang menggelar debat Kandidat Calon Kepala Desa. Debat kandidat Pilkades ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Jeneponto
Lima calon kepala desa Kapita mengikuti debat kandidat dan penyampaian visi misinya. Ini merupakan penjabaran rencana pembangunan jika terpilih dalam periode enam tahun ke depan.
“Mereka akan diberikan waktu untuk memaparkan visi misi dan program yang akan dilaksanakan jika terpilih jadi kepala desa. Debat ini akan menentukan lahirnya pemimpin di tingkat lokal, yang memiliki legitimasi dari masyarakat,” ujar Camat Bangkala, Andi Patopoi.
Lain halnya di Lembang (Desa) Ampang Batu
yang akan melaksanakan pemilihan mulai mengantisipasi terjadinya money politik.
Ketiga calon Kepala Lembang Ampang Batu yakni Markus Rando, Matius Mapun dan Karaeng telah membuat sebuah kesepakatan atau perjanjian diatas kertas materai untuk tidak melakukan money politik
Dengan sanksi, jika ada salah satu calon Kepala Lembang yang melakukan money politik atau memberikan sesuatu kepada pemilih, maka calon Kepala Lembang tersebut akan langsung didiskualifikasi.
Kesepakatan para calon Kepala Lembang Ampang Batu tersebut mendapat apresiasi dari Koordinator Relawan Gerakan Tallu Batu Lalikan Pdt. Alfred Anggui. Menurutnya apa yang dilakukan itu merupakan langkah awal dalam memerangi praktek money politik.
“Saya sangat mengapresiasi kesepakatan bersama para calon Kepala Lembang itu dan kita berharap kesadaran serupa dapat terwujud di Lembang Lembang lainnya yang akan melaksanakan Pilkalem,” kata Pdt. Alfred.
- Penulis: Gibran
