Legenda Buntu Kabobong
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Rabu, 25 Sep 2019
- print Cetak

ZONAKATA.COM – ENREKANG Dibalik keindahan dan pesona romantisme Buntu Kabobong terekam narasi tutur dalam Masyarakat Enrekang. Narasi To Enrekang yang cukup melegenda tentang kisah Raja Soppeng yang murka terhadap pernikahan putrinya yang tidak mau dijodohkan dengan pangeran pilihan ayahnya dan memilih kabur dengan lelaki pilihan hatinya, Tandu Mataranna Enrekang Laki Barakkanna Puang.
Singkat cerita, sang putri berhasil ditemukan oleh prajurit utusan Raja Soppeng. Sang Putri ditebas oleh salah seorang prajurit yang ingkar janji, dimana perjanjiannya sang putri harus dibawa pulang dalam keadaan hidup. Tubuh sang putri raja terbelah dua. Konon belahan tubuh sang putri inilah yang menjadi Buntu Kabobong, sedang belahan lainnya dari pusat hingga kepala hanyut di Sungai Mata Allo.
Versi lain dari narasi tutur yang berkembang di kalangan To Enrekang, orang Enrekang adalah bahwa dahulunya kala di kaki Gunung Bambapuang terdapat sebuah kerajaan bernama Tindalaung. Kerajaan itu dipimpin oleh Kalando Palana, seorang raja berasal keturunan dari To Manurung.
Pemerintahan Kalando Palana berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, namun karena itulah rakyatnya menjadi lupa diri. Kehidupan hura-hura, boros dan selalu bersenang-senang bahkan sampai perzinaan mewarnai kehidupan sehari-hari rakyat dan keluarga kerajaan.
Karena kehidupan sosial rakyat Tindalaung yang tidak terkendali sehingga Dewata SeuwaE menjadi murka dan pada akhirnya menurunkan bencana yang sangat besar. Kerajaan Tindalaung hancur dan tenggelam.
Setelah beberapa fase terjadi bencana dahsyat tersebut, muncullah kemudian gunung yang sekarang disebut Buntu Kabobong, yang dianggap sebagai simbol penghukuman manusia yang tidak tahu bersyukur kepada Tuhan Sang Pencipta.
Demikianlah kedua versi narasi tutur ini masih hidup dan sering diperdengarkan kepada generasi berikunya. Tak ada seorangpun yang dapat memastikan dimana diantara keduanya yang benar, namun bagi Masyarakat Massenrempulu Enrekang, cukuplah legenda tentang asal muasal terciptanya Gunung Eksotis Buttu Kabobong tersebut dapat diambil pesan moral dan hikmahnya tersendiri. *
Pernah terbit di Lontaraq.id dengan judul
Romantisme “Buttu Kabobong” dalam Narasi To Enrekang. Penulis Etta Adil
- Penulis: zonakatacom
