Tantang Penetrasi Digital, Pemkab Pinrang Sasar Budaya Literasi Anak sejak Dini
- account_circle Kifli
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM, PINRANG — Pemerintah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, terus menggalakkan penguatan budaya literasi bagi generasi muda di tengah derasnya arus penetrasi teknologi dan digitalisasi.
Upaya pembangunan literasi sejak usia tapak ini dinilai krusial untuk melatih daya kritis sekaligus menjaga identitas budaya lokal pada anak.
Salah satu langkah taktis tersebut diwujudkan melalui Lomba Bertutur yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bunda Literasi Kabupaten Pinrang, Sri Widiati A. Irwan, Rabu (20/5/2026).
Sri Widiati menegaskan, kompetisi semacam ini tidak boleh sekadar dimaknai sebagai ajang perebutan juara atau formalitas tahunan. Panggung bertutur harus dijadikan laboratorium sosial untuk melatih keberanian, mengasah imajinasi, dan menanamkan fondasi kecintaan membaca pada anak secara natural.
“Melalui cerita dan bertutur, anak-anak belajar menyampaikan pesan kebaikan, memahami nilai kehidupan, menghargai budaya daerah, dan membangun karakter positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sri Widiati.
Di era modern, tantangan terbesar dalam membangun minat baca adalah tingginya ketergantungan generasi muda terhadap gawai (gadget). Kondisi ini kerap mereduksi kedalaman berpikir dan kemampuan komunikasi verbal anak di ruang publik.
Namun, Sri Widiati mengingatkan agar ekosistem pendidikan tidak memandang teknologi sebagai musuh.
Sebaliknya, lompatan teknologi mutakhir harus diadopsi dan dikanalisasi sebagai sarana baru untuk memperluas akses serta memperkuat literasi digital agar anak-anak tidak kehilangan daya berpikir kritis.
Berdasarkan evaluasi di lapangan, keberhasilan menumbuhkan ekosistem membaca tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata.
Diperlukan kolaborasi tiga pilar utama secara konsisten: lingkungan keluarga (orang tua), lembaga pendidikan (guru), dan intervensi kebijakan pemerintah.
Apresiasi tinggi pun disampaikan kepada para pendidik dan orang tua di Pinrang yang masih konsisten mendampingi dan merawat tradisi membaca di rumah maupun sekolah.
Sinergi ini dinilai menjadi modal sosial terpenting untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman etika.
Melalui konsistensi gerakan literasi ini, Kabupaten Pinrang menargetkan lahirnya para pelopor literasi muda di tingkat tapak. Generasi yang cakap berkomunikasi, berani tampil di depan publik, dan memiliki daya saing kompetitif dalam menghadapi dinamika zaman ke depan.(*)
- Penulis: Kifli
