Kasat Lantas Polres Toraja Utara Berganti, Warga Harap Edukasi Pelajar Daripada Sering Sweaping
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Jabatan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) di Polres Toraja Utara resmi berganti melalui upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang digelar di lapangan apel Mapolres Toraja Utara, Panga’, Kecamatan Tondon, Sulawesi Selatan, Kamis (9/4/2026).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Toraja Utara, Stephanus Luckyto, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Turut hadir Kabag SDM AKP Sulaiman Luthe sebagai perwira upacara, serta Kapolsek Sesean Iptu Anthon Tonapa sebagai komandan upacara.
Pejabat Kasat Lantas sebelumnya, AKP Haryanto, kini mendapat amanah baru sebagai Kasi Fasmat SBST Subditregident Ditlantas Polda Sulsel. Posisinya digantikan oleh Iptu Muhammad Nasrum Sujana, yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit I Sigar Subditgakkum Ditlantas Polda Sulsel.
Dalam amanatnya, Stephanus Luckyto menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi kepolisian sebagai bagian dari dinamika institusi.
“Pergantian ini bertujuan menciptakan kepemimpinan yang lebih dinamis, menunjang pengembangan karier personel, serta meningkatkan kinerja organisasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polres Toraja Utara, serta berharap dapat meraih kesuksesan di tempat tugas yang baru.
Kepada pejabat baru, ia mengucapkan selamat datang dan meminta agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Teruslah berupaya menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya dalam bidang lalu lintas,” pungkasnya.
Usai pelaksanaan sertijab, kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah pengantar tugas Kasat Lantas di Aula Mapolres Toraja Utara.
Sementara itu, masyarakat Rantepao menaruh harapan besar kepada Kasat Lantas yang baru agar penegakan hukum lalu lintas lebih mengedepankan pendekatan edukatif, khususnya kepada pelajar.
Salah seorang warga, Roby, berharap agar penindakan tidak hanya dilakukan melalui razia atau sweeping, tetapi juga melalui sosialisasi yang intensif di sekolah-sekolah.
“Jangan sebentar-sebentar sweeping tanpa melihat kondisi. Lebih baik fokus pada edukasi kepada siswa SMP dan SMA/SMK yang belum cukup umur mengendarai motor,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam beberapa waktu terakhir masih banyak pelajar yang berkendara tanpa menggunakan helm, bahkan menggunakan knalpot tidak standar saat berangkat dan pulang sekolah.
- Penulis: zonakatacom
