Anggota Terlibat Pengeroyokan di Cafe Valerie, Kapolres Toraja Utara: Sudah Jalani Proses Hukum
- account_circle Risna
- calendar_month Senin, 6 Apr 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto, angkat bicara terkait insiden pengeroyokan yang terjadi di Cafe Valerie beberapa waktu lalu.
Peristiwa tersebut melibatkan oknum anggota Polri dan TNI, yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam.
Kapolres Stephanus menegaskan, pihaknya tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh personelnya. Ia memastikan bahwa proses hukum terhadap oknum yang terlibat tengah berjalan sesuai prosedur.
Pernyataan itu disampaikan saat memimpin apel di halaman Mapolres Toraja Utara, di Panga, Kecamatan Tondon, Senin (6/4/2026).
“Oknum anggota yang terlibat peristiwa Cafe Valerie saat ini tengah menjalani serangkaian proses hukum,” ujarnya.
Stephanus menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban institusi terhadap tindakan individu yang mencederai hukum serta merugikan masyarakat.
Ia menjelaskan, proses hukum dilakukan secara paralel, baik melalui peradilan pidana umum maupun sidang kode etik profesi Polri. Saat ini, oknum anggota tersebut juga tengah menjalani penempatan khusus (Patsus) di Mapolres Toraja Utara.
“Proses hukum dilakukan secara paralel, melalui peradilan pidana umum maupun sidang kode etik profesi Polri, dan saat ini anggota tersebut tengah menjalani Patsus di Mapolres,” jelasnya.
Sebagai pimpinan, AKBP Stephanus memastikan seluruh tahapan pemeriksaan hingga penjatuhan sanksi akan dilakukan secara tegas, transparan, dan akuntabel.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum dalam menuntaskan perkara yang melibatkan oknum Polri, TNI, dan masyarakat sipil dalam insiden tersebut.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen institusi untuk terus berbenah dan memastikan setiap personel menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan penuh integritas.
“Ini bukti keseriusan kami. Siapapun anggota yang melanggar aturan akan menerima konsekuensi hukum yang setimpal demi menjaga marwah institusi,” pungkasnya.
- Penulis: Risna
