Aliansi Baramuda-Gempur Gelar Aksi di Mapolres Enrekang, Desak Selesaikan Kasus Penganiayaan WNA China
- account_circle Kifli
- calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM, ENREKANG — Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Baramuda-Gempur melakukan aksi di Mapolres Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (13/3/2026) sore.
Aksi itu untuk meminta Polres Enrekang mengusut tuntas tindakan penganiayaan yang dialami Warga Negara Asing (WNA) asal China di Kecamatan Cendana beberapa waktu lalu.
Jendral lapangan aksi, Josy meminta Kapolres Enrekang AKBP Hary Budianto harus mengusut kasus dugaan penganiayaan itu secara transparan.
“Kami mempertanyakan sikap Polres Enrekang terhadap penganiayaan yang dialami oleh warga negara asing,” katanya.
Josy mengungkapkan, adanya isu aktivitas tambang emas di Enrekang sudah membuat sebagian masyarakat resah.
Ditambah lagi, adanya indikasi kelompok tertentu melakukan gerakan makar yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat di Enrekang.
“Jadi kami meminta Polres Enrekang untuk mengantisipasi adanya gerakan makar yang dilakukan oleh kelompok tertentu,” ungkapnya
“Jika ada kelompok yang mengintervensi gerakan hukum, maka kami siap mengawal,” ucapnya.
Josy pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah Massenrempulu.
“Jangan mau dipecah-belah kita harus jaga dan mengawal proses hukum di Polres,” ujarnya.
Sebelumnya, WNA asal China berinisial C bersama rekannya seorang perempuan diduga dianiaya sekelompok orang saat berada di Enrekang.
Warga negara asing (WNA) itu merupakan perwakilan investor untuk pembukaan lahan tambang emas di lokasi tersebut.
“Kami sudah menerima laporan seorang WNA asal China yang menjadi korban penganiayaan bersama seorang rekannya perempuan. Jadi ada 2 korban semua,” kata Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto, Sabtu (7/3/2026).
Penganiayaan terjadi saat korban yang merupakan perwakilan dari CV Hadaf Karya Mandiri meninjau lokasi di Kecamatan Cendana, Enrekang, Jumat (6/3/2026) sore.
Korban didampingi sejumlah tokoh masyarakat untuk mengambil sampel di lokasi eksplorasi tambang emas.(*)
- Penulis: Kifli
