Monumen Frans Karangan di Jembatan Malango’ Diresmikan Bupati Toraja Utara
- account_circle Risna
- calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
- print Cetak

Monumen Frans Karangan di Jembatan Malango’ Toraja Utara.
ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Monumen “Penaa Melona Ne’ Karagan” untuk mengenang Brigadir Jenderal TNI (Purn) Mesach Frans Karangan resmi diresmikan di kawasan Jembatan Malango’, Kecamatan Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, Jumat (20/2/2026) pagi.
Peresmian patung sosok pejuang Toraja yang berdiri di jalur trans Sulawesi tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong.
Dalam sambutannya, Bupati Frederik menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar almarhum atas inisiatif serta dukungan terhadap pembangunan monumen tersebut.
“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih atas inisiatif keluarga. Secara pribadi, almarhum juga memiliki hubungan kekeluargaan dengan kami,” ujarnya.
Frederik mengungkapkan bahwa ibunya merupakan keponakan almarhum, sehingga terdapat hubungan darah yang erat dengan sosok Brigjen TNI (Purn) Frans Karangan.
“Oma saya adalah saudara kandung beliau. Ini bukan sekadar hubungan sejarah, tetapi juga hubungan darah dan kebanggaan keluarga,” jelasnya.
Bupati menegaskan, pembangunan monumen tersebut merupakan bentuk penghormatan atas rekam jejak serta pengabdian almarhum dalam menjaga martabat masyarakat Toraja.
Menurutnya, Frans Karangan dikenal sebagai sosok rendah hati meski memiliki banyak kisah heroik dalam perjalanan hidupnya.
“Semasa hidupnya, beliau tidak pernah membanggakan diri. Setiap menceritakan perjuangannya selalu diawali dengan kata ‘mungkin’. Mungkin karena merekrut tentara yang memprioritaskan orang Toraja, mungkin karena banyak membantu orang Toraja, dan mungkin karena berjuang melawan siapa pun yang merendahkan orang Toraja,” tutur Frederik mengenang.
Ia menambahkan, masih banyak saksi hidup yang merasakan langsung perjuangan almarhum dalam mempertahankan kehormatan dan keberadaan masyarakat Toraja di tanahnya sendiri.
Karena itu, kehadiran monumen di pinggir jalan tersebut diharapkan menjadi simbol penghargaan sekaligus pengingat sejarah perjuangan.
“Perjalanan kita sampai hari ini tidak lepas dari peran orang-orang yang dipakai Tuhan untuk menjaga kehormatan dan keberadaan orang Toraja. Salah satunya Brigjen TNI (Purn) Frans Karangan,” tegasnya.
Peresmian turut dihadiri Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi, Ketua DPRD Hermin Sa’pan Matandung, perwakilan TNI-Polri, pimpinan OPD, para pendeta, serta keluarga besar almarhum.
Di akhir sambutannya, Frederik yang juga Ketua Gerindra Toraja Utara menyampaikan terima kasih kepada panitia pelaksana, komunitas pecinta sejarah, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan monumen, termasuk berbagai masukan dan kritik sebagai bagian dari penyempurnaan.
Ia berharap monumen tersebut menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Toraja.
“Kiranya patung ini menjadi pengingat bahwa Tuhan pernah mengaruniakan salah satu putra terbaik untuk menjaga kehormatan Sang Torayan,” pungkasnya.
Dengan berdirinya monumen di Jalan Frans Karangan, nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan pengabdian diharapkan terus hidup dalam semangat masyarakat Toraja Utara, kini dan di masa mendatang.
- Penulis: Risna
