Sekda Sulsel Pimpin HLM TPID dan TP2DD, Perkuat Koordinasi Jelang Ramadan–Idulfitri 2026
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Sulawesi Selatan sebagai langkah memperkuat koordinasi pengendalian harga dan digitalisasi layanan menjelang Ramadan–Idulfitri 2026.
Kegiatan bertema stabilisasi harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta penguatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah itu berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (13/2/2026).
HLM dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, serta para bupati dan wali kota se-Sulsel.
Pelaksanaan HLM TPID difokuskan pada strategi pengendalian inflasi menjelang HBKN, sementara HLM TP2DD menitikberatkan evaluasi implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) periode 2024–2025 sekaligus penguatan rencana program 2026.
Jufri Rahman, yang juga menjabat Ketua Harian TPID dan TP2DD Sulsel, menegaskan forum ini menjadi wadah menyusun langkah konkret menjaga stabilitas harga dan mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Ia melaporkan, pasca HLM TPID Desember 2025, sejumlah kabupaten/kota telah menindaklanjuti arahan gubernur melalui berbagai intervensi pasokan dan harga. Upaya tersebut dinilai berkontribusi terhadap stabilisasi harga di daerah.
Terkait TP2DD, seluruh TP2DD kabupaten/kota bersama Bank Sulselbar telah menyampaikan Laporan Championship 2025 secara tepat waktu dan menuntaskan pengisian survei indeks ETPD awal 2026.
Sulawesi Selatan juga mencatat prestasi nasional dengan meraih Juara 1 TP2DD tingkat provinsi wilayah Sulawesi selama empat tahun berturut-turut (2022–2025). Capaian ini turut diperkuat kontribusi daerah seperti Makassar, Sidenreng Rappang, dan Luwu pada berbagai kategori regional.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Januari 2026, inflasi Sulsel tercatat 0,47 persen (month to month) dengan tekanan utama dari kenaikan harga emas perhiasan dan ikan segar. Secara tahunan, inflasi mencapai 4,11 persen (year on year), dipengaruhi penyesuaian tarif listrik.
Sekda berharap forum ini menghasilkan rekomendasi efektif pengendalian inflasi di seluruh rantai distribusi, sekaligus memperkuat implementasi digitalisasi daerah.
Meski Sulsel konsisten meraih prestasi TP2DD nasional, sejumlah tantangan masih ditemui di tingkat kabupaten/kota, seperti frekuensi HLM yang belum optimal, dokumentasi koordinasi yang terbatas, hingga implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) yang masih perlu diperluas.
Karena itu, forum juga membahas penguatan kelembagaan TP2DD melalui pembaruan roadmap, regulasi ETPD, serta penunjukan penanggung jawab digitalisasi pada sektor potensial seperti parkir, pasar, air minum, dan pariwisata.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel memaparkan kondisi inflasi terkini, risiko ke depan, serta rekomendasi stabilisasi harga pangan menjelang Ramadan–Idulfitri, termasuk perkembangan indeks ETPD dan tantangan implementasinya.
- Penulis: zonakatacom
