Mentan/Kabapanas: 2026 Papua Ditargetkan Mandiri Pangan Seperti Pulau Lainnya
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Selasa, 16 Des 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – JAYAPURA Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Papua tengah memasuki babak baru pembangunan sektor pangan. Melalui percepatan program cetak sawah, dukungan logistik, serta kolaborasi lintas sektor, Papua diproyeksikan mulai mandiri pangan pada 2026 dan dalam beberapa tahun ke depan sejajar dengan pulau-pulau lain di Indonesia.
“Mimpi kita adalah Papua mandiri pangan, tidak lagi bergantung pada pasokan dari Makassar atau Jawa. Papua harus mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, karena jika harus mengangkut dari daerah lain, biaya transportasi itu ditanggung oleh masyarakat,” ujar Mentan Amran saat penyaluran beras SPHP di Jayapura, Papua, Selasa (9/12/2025).
Mentan Amran menjelaskan bahwa kebutuhan pangan Papua saat ini mencapai sekitar 660 ribu ton per tahun. Sementara itu, kapasitas produksi lokal baru berada di kisaran 120–124 ribu ton per tahun.
Kekurangan sekitar 500 ribu ton inilah yang tengah dikejar melalui ekspansi areal persawahan dan intensifikasi lahan pertanian.
Untuk menutup defisit tersebut, pemerintah mendorong program cetak sawah di berbagai wilayah Papua. Berdasarkan perhitungan Kementerian Pertanian, penambahan sawah baru direncanakan sekitar 20 ribu hektare di Papua, 50 ribu hektare di Papua Selatan, 17 ribu hektare di Papua Barat Daya, serta potensi tambahan di wilayah Sorong dan Papua Barat.
“Solusi permanen ke depan adalah mencetak sawah seluas 100 ribu hektare. Jika langkah ini dilakukan secara konsisten, persoalan pangan di Papua akan selesai. Tidak ada lagi permasalahan beras,” tegasnya.
Dalam kunjungannya ke Papua, Mentan Amran juga menekankan bahwa pangan merupakan fondasi utama stabilitas bangsa. Ia mengingatkan bahwa di tengah tantangan global, mulai dari krisis energi hingga krisis pangan, persoalan pangan dapat berujung pada krisis sosial bahkan politik.
“Oleh karena itu, langkah cepat dan permanen terus kita lakukan melalui penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), pembangunan fasilitas gudang di wilayah yang belum memiliki sarana penyimpanan, serta peningkatan kapasitas produksi pangan lokal,” jelasnya.
Untuk wilayah Papua Raya—yang meliputi Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan—pemerintah telah mengalokasikan sekitar 100 ribu hektare lahan yang akan digenjot pembangunannya pada 2025–2026.
“Kita pernah melewati krisis kesehatan COVID-19 dan berbagai krisis lainnya. Tapi jika krisis pangan terjadi, dampaknya bisa melompat menjadi krisis politik. Tidak ada satu negara pun yang mampu bertahan jika pangannya bermasalah. Karena itu, langkah cepat kita adalah SPHP dan pembangunan gudang, sementara solusi permanennya adalah produksi pangan di wilayah sendiri,” ungkap Mentan Amran.
Selain itu, dalam dialog bersama masyarakat Papua, Mentan Amran juga menyerap aspirasi petani, peternak, dan kelompok adat. Berbagai permintaan disampaikan, mulai dari penyediaan bibit jagung, sarana dan prasarana mekanisasi pertanian, pengembangan komoditas kakao, kopi, dan kelapa, hingga penguatan sektor peternakan rakyat.*
- Penulis: zonakatacom
