High Level Meeting TPID dan TP2DD, Pemkab Toraja Utara Perkuat Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah
- account_circle Risna
- calendar_month Kamis, 11 Des 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – TORAJA UTARA Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Rabu (10/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Tedong Art Center Rantepao, Kecamatan Rantepao, ini dibuka oleh Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong. Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimda, perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, narasumber TP2DD, Manajer Implementasi dan Kebijakan Sistem Pembayaran BI Sulsel, Kepala BPS Toraja Utara, pimpinan Bank Sulselbar, pejabat Biro Perekonomian Setda Pemprov Sulsel, TP PKK Toraja Utara, para pimpinan OPD, camat, lurah, serta kepala lembang.
High Level Meeting TPID dan TP2DD merupakan agenda strategis pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, sekaligus mempercepat implementasi transaksi digital di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa TPID berperan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok melalui pemantauan intensif serta langkah cepat saat terjadi lonjakan harga. Sementara itu, TP2DD memiliki fungsi strategis dalam memperluas penggunaan transaksi non-tunai serta meningkatkan tata kelola keuangan daerah secara digital.
Bupati Frederik Victor Palimbong menekankan peran penting rapat tingkat tinggi ini dalam meningkatkan kesiapan daerah menghadapi potensi gejolak harga menjelang Nataru.
“Pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi adalah agenda nasional. Kita dipantau oleh Pemprov, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Kemendagri, hingga Kementerian Koordinator Perekonomian. Karena itu komitmen kita harus solid,” tegas Frederik.
Ia menyoroti meningkatnya permintaan masyarakat terhadap komoditas pangan dan daging pada momentum hari raya. Untuk itu, ia meminta Dinas Ketahanan Pangan Toraja Utara melakukan langkah stabilisasi pasokan, termasuk kerja sama antar daerah seperti pemenuhan pasokan bawang dari Kabupaten Enrekang.
Frederik juga menegaskan pentingnya data akurat dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai dasar penyusunan kebijakan pengendalian inflasi daerah.
“Untuk memperluas digitalisasi daerah, saya tegaskan kembali bahwa penggunaan mobile banking wajib diterapkan oleh seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK. Pemerintah hadir untuk memperkuat implementasi QRIS pada berbagai layanan publik, termasuk sektor retribusi,” ujarnya.
Selain itu, edukasi literasi keuangan dan digital akan diperkuat melalui sinergi Dinas Kominfo, media, dan perbankan. Pemerintah juga mendorong penguatan sistem digital seperti SIPD, SIPLAH, dan MPOS untuk mendukung integrasi layanan pemerintahan.
Frederik turut mendorong penguatan branding daerah melalui pengembangan potensi pariwisata dan kopi sebagai identitas Toraja Utara. Sebagai bentuk dukungan pelayanan publik, pemerintah memberikan izin PBG gratis bagi seluruh rumah ibadah dan sekolah.
Di akhir sambutannya, ia menaruh perhatian pada meningkatnya angka stunting berdasarkan data terbaru. Ia meminta jajaran lembang, puskesmas, dan dinas terkait memperkuat intervensi yang lebih terarah dan tepat sasaran.
Ketua Gerindra Toraja Utara itu kemudian mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkokoh sinergi untuk mewujudkan Toraja Utara yang maju, stabil, dan berdaya saing melalui pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah.
“Burung merpati burung punai, hinggap di atas teras, mari kita mengendalikan inflasi dan meningkatkan transaksi non tunai untuk Toraja Utara yang makmur, maju, dan menyenangkan menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya dengan pantun.
- Penulis: Risna
