Tim Medis Pemprov Sulsel di Sumatera dan Aceh: Pelayanan dari Rumah ke Rumah hingga Operasi Lapangan
- account_circle zonakatacom
- calendar_month Minggu, 7 Des 2025
- print Cetak

ZONAKATA.COM – MAKASSAR Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan perkembangan terbaru terkait aktivitas Tim Medis dan Tim Kedaruratan Pemprov Sulsel yang kini bertugas di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Sejak diberangkatkan pada 2 Desember 2025, tim terus melakukan pelayanan kesehatan secara mobile, dari rumah ke rumah hingga posko pengungsian yang masih terisolir akibat bencana.
“Teman-teman medis kita sudah bekerja di rumah warga dan titik pengungsian. Mereka bergerak cepat memberikan layanan, termasuk tindakan bedah di lapangan,” ujar Gubernur Andi Sudirman dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Evi Mustikawati Arifin, menjelaskan tim Sulsel di Sumatera Barat beranggotakan enam tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis bedah, penyakit dalam, dan saraf. Mereka memberikan pelayanan di tiga titik pengungsian di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.
Akses menuju lokasi sangat sulit karena longsor dan jalan tertutup lumpur, sehingga tim harus berjalan kaki sambil membawa peralatan medis. Meski begitu, pelayanan tetap berjalan dan berhasil menjangkau 129 pasien—mayoritas dengan keluhan ISPA, penyakit kulit, dan sakit kepala. Tindakan bedah minor seperti drainase abses dan ekstraksi kuku juga dilakukan di lokasi.
Di Sumatera Utara, tim beranggotakan lima orang, termasuk spesialis bedah vaskuler dan anestesi. Mereka melayani warga di posko Kecamatan Hinai. Jalan yang masih tergenang banjir membuat mobilisasi terhambat, namun tim tetap mampu menangani 102 pasien dengan berbagai keluhan seperti ISPA, demam, dispepsia, hingga low back pain. Tindakan debridement juga dilakukan di lapangan.
Tim yang bertugas di Aceh bekerja di tiga titik bencana dan berkolaborasi dengan tenaga medis Universitas Hasanuddin (Unhas). Mereka menangani pasien anak, dewasa, hingga korban trauma yang membutuhkan operasi ortopedi. Hingga kini, pelayanan telah diberikan kepada 38 pasien anak, 104 pasien dewasa, dan 3 pasien trauma yang direncanakan menjalani operasi lanjutan.
Selain pelayanan medis, tim juga melakukan evakuasi pasien ke rumah sakit rujukan di Aceh.
“Insya Allah kami terus memantau dan mengevaluasi kondisi tim di lapangan,” kata dr Evi.
- Penulis: zonakatacom
